Ratusan penumpang sedang memadati konter Maskapai Emirates pada Minggu (1/3 - 2026)
Harianjogja.com, DENPASAR—Ratusan penumpang yang gagal terbang ke kawasan Timur Tengah memadati konter maskapai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu (1/3/2026). Mereka datang untuk mencari kejelasan nasib tiket yang telah dibeli menyusul pembatalan penerbangan imbas konflik Amerika Serikat dan Iran.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean penumpang mulai mengular sejak pagi hari dan semakin padat pada sore hari, terutama di konter Emirates. Sebagian besar penumpang bahkan datang langsung dari hotel dengan membawa koper dan barang bawaan, berharap memperoleh solusi dari pihak maskapai.
Roger, salah satu penumpang tujuan Inggris, mengaku harus kembali menginap di Bali sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan lanjutan.
“Mereka berjanji akan memberikan pembaruan lewat email, jadi saya harus tinggal sekitar tiga atau empat hari,” ujar Roger.
Ia menyebut opsi terbang melalui negara lain bukan pilihan realistis karena biaya yang sangat mahal. Alternatif transit ke Singapura atau Selandia Baru, menurutnya, membutuhkan ongkos tambahan yang besar, sementara pengembalian dana tiket tidak dijamin penuh.
“Sangat mahal kalau harus ke negara lain dulu,” katanya.
Pembatalan penerbangan dari Bali menuju Timur Tengah pada Minggu ini merupakan lanjutan dampak eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada penutupan ruang udara di sejumlah wilayah.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menjelaskan bahwa penutupan ruang udara memaksa sejumlah maskapai melakukan penundaan maupun penyesuaian jadwal penerbangan.
“Berdasarkan data maskapai, terdapat lima penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal dengan total 1.631 calon penumpang terdampak. Penanganan terhadap penumpang dilakukan sesuai kebijakan masing-masing maskapai,” ujarnya.
Sebelumnya, konflik di Iran juga berdampak luas pada penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah. Bandara-bandara hub utama di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha dilaporkan sempat ditutup.
Menurut data perusahaan analitik penerbangan Cirium, lebih dari 1.800 penerbangan maskapai besar Timur Tengah dibatalkan. Dari 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di kawasan tersebut pada Sabtu, sebanyak 966 penerbangan atau sekitar 22,9 persen dibatalkan. Sementara pada Minggu, 716 dari 4.329 penerbangan menuju Timur Tengah juga mengalami pembatalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com


















































