REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Sekitar 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengikuti penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan produk pangan rumahan memenuhi standar keamanan sebelum memperoleh sertifikat produksi dan nomor P-IRT.
Penyuluhan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Makassar itu tidak hanya membahas aspek administratif. Para pelaku usaha juga mendapat pemahaman mengenai proses produksi yang higienis, penyimpanan bahan baku, penggunaan bahan tambahan pangan, hingga bahaya penggunaan boraks dan formalin.
Pemateri dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Asnidar, mengatakan kebersihan fasilitas produksi dan peralatan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan pangan.
Menurut dia, peralatan yang digunakan dalam proses produksi harus selalu dalam keadaan bersih untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.
"Fasilitas dan higiene sangat penting diperhatikan pada pemilik usaha, agar peralatan yang digunakan selalu dalam keadaan bersih untuk mencegah terjadinya kontaminan silang," kata Asnidar di Makassar, Sabtu.
Ia menjelaskan kebersihan tidak hanya berkaitan dengan tempat dan alat produksi. Kondisi kesehatan serta higiene pekerja yang terlibat dalam pengolahan makanan juga menentukan keamanan produk yang sampai kepada konsumen.
"Kesehatan dan higiene karyawan juga sangat penting. Kita harus memerhatikan dan memberikan pelatihan pada karyawan tentang produk yang kita jual, agar terjamin kesehatannya," ujarnya.
Menurut Asnidar, pelaku usaha perlu memahami bahwa keamanan pangan dimulai sejak bahan masuk ke tempat produksi hingga produk jadi dipasarkan. Kesalahan kecil dalam penanganan bahan baku atau peralatan dapat memengaruhi mutu produk bahkan membuka peluang terjadinya pencemaran.
Karena itu, peserta dibekali pengetahuan mengenai cara memproduksi pangan yang aman, higienis, dan sesuai ketentuan. Standar tersebut diperlukan agar produk UMKM tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mampu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang mengonsumsinya.
Timbangan hingga Penyimpanan Bahan
Asnidar juga menyoroti hal yang kerap dianggap sederhana dalam industri rumah tangga, yakni penggunaan timbangan.
Pelaku usaha, menurut dia, perlu memastikan alat ukur yang digunakan tetap akurat. Kalibrasi timbangan penting karena ketepatan berat bahan dapat memengaruhi komposisi, kualitas, serta konsistensi produk.
Ia meminta pelaku UMKM secara berkala memeriksa timbangan yang digunakan dalam proses produksi.
Selain itu, cara penyimpanan bahan menjadi perhatian dalam penyuluhan tersebut. Bahan baku, bahan penolong, bahan tambahan pangan atau BTP, serta produk akhir harus ditempatkan dengan cara yang benar.
Penyimpanan yang tidak tepat berpotensi menurunkan mutu pangan. Dalam kondisi tertentu, kesalahan penyimpanan juga dapat meningkatkan risiko keamanan produk sebelum sampai ke tangan konsumen.
Pelaku usaha karena itu perlu memisahkan bahan berdasarkan karakteristiknya, menjaga kebersihan tempat penyimpanan, serta memastikan bahan yang digunakan masih dalam kondisi layak.
sumber : Antara

5 hours ago
2














































