Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus Ini Penjelasan Polri

5 hours ago 1

Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus Ini Penjelasan Polri Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir (kiri) bersama Karodalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan (tengah) dan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Selasa (7/4/2026). - ANTARA - Nadia Putri Rahmani

Harianjogja.com, JAKARTA—Proses penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2026 dipastikan hanya melalui satu jalur. Kepolisian menegaskan tidak ada skema khusus di luar jalur reguler.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Johnny Eddizon Isir, yang menyebut seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka tanpa kuota tertentu.

“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia mengingatkan calon peserta dan keluarga agar tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan jalur masuk khusus dengan imbalan tertentu.

Menurutnya, tawaran semacam itu merupakan modus penipuan yang harus diwaspadai.

“Jangan ditanggapi, abaikan saja. Terlebih kemudian ada yang mengiming-imingi dengan bayaran tertentu,” katanya.

Polri juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan praktik percaloan dalam rekrutmen.

Laporan bisa disampaikan melalui Divisi Propam, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, maupun melalui Bareskrim Polri dan kepolisian setempat.

Jika terbukti ada pelanggaran, proses hukum akan dilakukan baik terhadap oknum internal maupun pihak luar.

“Jika melibatkan personel, akan diproses di Propam. Jika sipil, akan dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Seleksi untuk Calon Pimpinan Masa Depan

Polri menegaskan rekrutmen Akpol merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan calon pimpinan institusi di masa mendatang.

Para taruna dan taruni yang direkrut diproyeksikan menjadi pemimpin Polri dalam kurun 25 hingga 30 tahun ke depan.

Selain itu, Polri juga terus melakukan evaluasi kurikulum pendidikan, termasuk di Akpol, untuk memperkuat nilai kepribadian dan menghapus praktik kekerasan dalam hubungan senior dan junior.

Menurut Johnny, sejak reformasi 1998, Polri terus mendorong budaya polisi sipil yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan pendekatan pelayanan yang humanis.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung proses rekrutmen terpadu Polri agar menghasilkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|