
Para pemain Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Grup A zona Asia antara Iran dan Uzbekistan di Stadion Azadi pada 25 Maret 2025 di Teheran, Iran. ANTARA/Anadolu Agency/pri.
Harianjogja.com, JAKARTA— Keputusan mengejutkan diambil Timnas Iran jelang Piala Dunia FIFA 2026. Alih-alih bermarkas di Amerika Serikat, skuad Team Melli dipastikan memindahkan basecamp mereka ke Meksiko, tepatnya di Tijuana.
Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang menyebut keputusan tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari FIFA. Perubahan lokasi markas dinilai sebagai solusi strategis untuk mengantisipasi berbagai kendala, terutama terkait persoalan visa dan mobilitas tim selama turnamen.
Menurut Taj, proses persetujuan tidak berlangsung instan. Federasi Iran harus melalui serangkaian komunikasi intensif dengan FIFA, termasuk pertemuan di Istanbul serta diskusi virtual dengan sekretaris jenderal FIFA di Teheran. Hasilnya, permintaan pemindahan markas dari Amerika Serikat ke Meksiko akhirnya disetujui.
Secara teknis, keputusan ini memberi keuntungan logistik bagi Iran. Dengan bermarkas di Tijuana, skuad dapat masuk ke wilayah Amerika Serikat melalui jalur Meksiko saat jadwal pertandingan berlangsung. Bahkan, federasi membuka kemungkinan penggunaan maskapai nasional untuk mobilitas tim selama turnamen.
Dalam undian fase grup, Iran tergabung di Grup G dan dijadwalkan melakoni laga di beberapa kota di Amerika Serikat. Mereka akan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, kemudian melawan Belgia pada 21 Juni, dan menutup fase grup kontra Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Meski bermarkas di luar AS, FIFA memastikan seluruh pertandingan Iran tetap berlangsung sesuai jadwal di Amerika Serikat. Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menegaskan tidak ada perubahan lokasi pertandingan.
Keputusan Iran ini tak lepas dari dinamika geopolitik global yang masih memanas, khususnya di kawasan Timur Tengah. Faktor keamanan dan kekhawatiran terhadap pembatasan perjalanan menjadi pertimbangan utama. Bahkan sebelumnya sempat muncul wacana pemindahan venue pertandingan Iran, meski akhirnya tidak terealisasi.
Bagi Iran, ini menjadi partisipasi keempat secara beruntun di Piala Dunia dan yang ketujuh sepanjang sejarah. Namun, mereka masih memburu pencapaian terbaik karena belum pernah lolos dari fase grup.
Dengan strategi baru ini, Iran berharap bisa tampil lebih fokus tanpa terganggu faktor non-teknis. Stabilitas markas dan kemudahan akses dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan performa tim dalam upaya mencetak sejarah di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































