Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan percepatan proyek Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi listrik di berbagai daerah. Pada tahap pertama, penetapan pemenang tender untuk dua kota yakni Denpasar (Bali) dan Bekasi akan diumumkan dalam waktu dekat.
Direktur Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman membeberkan bahwa kebutuhan investasi untuk proyek WTE pada tahap pertama rata-rata berkisar antara US$150-170 juta per lokasi. Adapun, tahap awal pengembangan mencakup empat kota yaitu Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.
"Total investasi batch pertama jadi rata-rata investasi itu antara US$150-170 juta per lokasi. Katakan US$150 juta lah biar gampang, total investasinya berarti US$600 juta di batch pertama aja empat daerah begitu," kata Fadli ditemui di Wisma Danantara, Kamis (26/2/2026).
Menurut Fadli dari sisi pendanaan, Danantara menetapkan skema pembiayaan dengan komposisi 70% debt dan 30% equity. Sementara, untuk struktur kerja sama memungkinkan mitra asing memegang porsi saham mayoritas.
"Kita Danantara tuh megang 30%, 70% tuh yang megang mitra asingnya, ya kan? Jadi ini funding-nya ya dari luar semua. Jadi ini adalah Foreign Direct Investment (FDI) nih," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi melakukan transformasi besar-besaran dalam pengelolaan sampah nasional. Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, sampah yang selama ini menjadi sumber masalah lingkungan diubah menjadi sumber energi listrik di berbagai kota besar.
Langkah strategis ini ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Baru Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Aturan tersebut menjadi landasan hukum baru bagi percepatan proyek waste to energy di Indonesia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa terbitnya Perpres tersebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo. Dalam skema ini, proyek PLTSa diprioritaskan dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Waste Energy, Perpres sudah keluar dan kami siap untuk melakukan proses selanjutnya. Itu nanti diprioritaskan untuk dikelola oleh Danantara," kata Bahlil di sela acara HIPMI-Danantara Business Forum 2025, di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
(pgr/pgr)
Addsource on Google
















































