Riset Ungkap Gen Z dan Milenial Alami Penuaan Biologis Lebih Cepat

1 hour ago 3

Harianjogja.com, JOGJA— Generasi Z (Gen Z) dan Milenial menjadi perhatian dalam penelitian mengenai penuaan biologis setelah riset 2026 menemukan adanya perbedaan kondisi biologis antar-generasi pada usia kronologis yang sama. Temuan tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko sejumlah kanker yang muncul pada usia lebih muda.

Namun, temuan itu tidak berarti Gen Z secara harfiah mengalami proses menjadi tua lebih cepat atau bahwa kanker pada usia muda sudah dipastikan disebabkan oleh penuaan biologis. Para peneliti masih mengkaji hubungan antara perubahan biologis, gaya hidup, lingkungan, dan risiko penyakit.

Usia Tubuh Tidak Selalu Sama dengan Usia di KTP

Untuk memahami temuan tersebut, penting membedakan usia kronologis dan usia biologis. Usia kronologis merupakan jumlah tahun sejak seseorang lahir, sedangkan usia biologis menggambarkan kondisi tubuh berdasarkan berbagai indikator kesehatan dan fungsi sel.

Peneliti dapat memperkirakan usia biologis menggunakan sejumlah biomarker. Dalam salah satu penelitian 2026, data lebih dari 150.000 orang dewasa dianalisis menggunakan metrik PhenoAge yang memanfaatkan beberapa penanda darah, termasuk indikator peradangan, metabolisme, fungsi ginjal, dan sistem kekebalan tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan generasi yang lahir lebih baru memiliki tanda penuaan biologis yang lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya ketika dibandingkan pada usia kronologis yang sama. Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk untuk menelusuri mengapa sejumlah penyakit muncul lebih dini pada generasi muda.

Kaitannya dengan Kanker Usia Muda

Penelitian lain yang terbit pada 2026 menelusuri hubungan antara penuaan biologis yang lebih cepat dan kanker yang muncul sebelum usia 55 tahun. Peneliti menemukan individu dengan penuaan biologis lebih cepat memiliki risiko lebih tinggi mengalami sejumlah kanker usia muda, bahkan setelah faktor genetik tertentu diperhitungkan.

Temuan tersebut mencakup hubungan antara penuaan yang lebih cepat pada sistem kekebalan tubuh dengan risiko kanker paru pada usia muda. Penuaan yang lebih cepat pada jaringan lemak juga dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal pada usia muda.

Meski demikian, hubungan tersebut masih perlu dipahami lebih jauh. Penelitian tersebut menunjukkan adanya kaitan antara percepatan penuaan biologis dan risiko kanker, bukan bukti bahwa penuaan biologis merupakan satu-satunya penyebab kanker pada generasi muda.

Mengapa Gaya Hidup Ikut Disorot?

Para peneliti kini menaruh perhatian pada perubahan lingkungan dan pola hidup yang dialami generasi lebih muda. Konsumsi makanan ultra-proses, kurangnya aktivitas fisik, gangguan pola tidur, serta berbagai paparan lingkungan menjadi sejumlah faktor yang sedang diteliti dalam kaitannya dengan perubahan kesehatan jangka panjang.

Kehidupan Gen Z dan Milenial juga berlangsung dalam lingkungan digital yang memungkinkan hiburan, komunikasi, pendidikan, dan pekerjaan dilakukan dari satu perangkat. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dalam posisi duduk atau minim aktivitas fisik.

Pandemi Covid-19 kemudian memperkuat perubahan tersebut ketika pembatasan aktivitas membuat banyak orang harus belajar, bekerja, dan bersosialisasi dari rumah. Dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental menjadi bagian dari persoalan yang masih terus dipelajari.

Gen Z Lebih Sadar Kesehatan, tetapi Menghadapi Tantangan Baru

Di sisi lain, Gen Z tidak bisa begitu saja digambarkan sebagai generasi yang mengabaikan kesehatan. Kelompok dewasa muda saat ini cenderung lebih memperhatikan kebugaran, mengurangi konsumsi alkohol, dan memiliki kesadaran lebih besar terhadap berbagai isu kesehatan dibandingkan generasi sebelumnya.

Masalahnya, kesadaran kesehatan tidak selalu menghapus seluruh risiko yang muncul dari lingkungan kehidupan modern. Pola kerja dan hiburan berbasis layar, kurang bergerak, kualitas tidur yang terganggu, serta tekanan sosial dapat tetap menjadi tantangan meskipun seseorang rutin berolahraga atau berusaha menjaga pola hidup.

Tekanan sosial juga menjadi perhatian tersendiri. Biaya hidup yang tinggi, inflasi, persaingan mendapatkan pekerjaan, serta paparan informasi tanpa henti melalui siklus berita 24 jam dapat menambah beban psikologis yang dialami kelompok dewasa muda.

Mikroplastik Masih Menjadi Pertanyaan Penelitian

Paparan lingkungan seperti mikroplastik juga mulai masuk dalam pembahasan mengenai kesehatan generasi muda. Namun, hubungan langsung antara mikroplastik dalam makanan atau air dan meningkatnya kasus kanker pada Gen Z belum dapat disebut sebagai hubungan sebab-akibat yang sudah pasti.

Karena itu, klaim bahwa mikroplastik menjadi penyebab meningkatnya kanker pada dewasa muda perlu ditempatkan secara hati-hati. Faktor lingkungan merupakan salah satu area penelitian yang masih membutuhkan bukti lebih kuat untuk menjelaskan perubahan kesehatan antar-generasi.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Temuan mengenai penuaan biologis tidak berarti Gen Z tidak dapat menjaga kesehatan atau memperlambat faktor risiko yang dapat dikendalikan. Kebiasaan seperti aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, pengelolaan stres, dan pola makan yang lebih sehat tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.

Mengurangi waktu layar juga dapat membantu seseorang memberi ruang lebih besar untuk bergerak, beristirahat, dan berinteraksi secara langsung. Namun, langkah tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai cara yang terbukti dapat membalikkan usia biologis.

Penelitian mengenai penuaan biologis dan kanker pada generasi muda masih berkembang. Para ilmuwan masih berusaha memahami bagaimana faktor lingkungan, pola hidup, kondisi sosial, dan perubahan biologis saling berhubungan sehingga penyakit tertentu dapat muncul pada usia yang lebih muda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|