VAR Salah Sahkan Gol Haaland, Pro Ref Minta Maaf ke MU

1 hour ago 3

Harianjogja.com, JOGJA— Kontroversi gol Erling Haaland yang menentukan kemenangan Manchester City atas Manchester United akhirnya mendapat pengakuan resmi dari badan wasit Liga Inggris, Pro Ref. Keputusan VAR yang mengesahkan gol tersebut dinyatakan sebagai kesalahan penilaian.

Manchester City menang 1-0 atas Manchester United dalam derby Manchester di Old Trafford, Minggu (13/9/2026). Gol Haaland pada menit ke-60 sempat dianulir karena offside, tetapi keputusan tersebut berubah setelah VAR melakukan pemeriksaan.

Pro Ref kemudian menyatakan bahwa VAR seharusnya tidak berhenti pada pemeriksaan posisi Haaland. Posisi Enzo Fernandez dalam rangkaian serangan juga semestinya menjadi pertimbangan dan berujung pada rekomendasi pemeriksaan langsung oleh wasit di monitor pinggir lapangan.

Juru bicara Pro Ref menjelaskan bahwa posisi Haaland memang telah diperiksa dan striker Manchester City tersebut dinyatakan berada dalam posisi onside. Persoalan justru muncul dari keberadaan Fernandez yang berada dalam posisi offside dan terlibat dalam situasi perebutan bola.

“Dalam serangan yang sama, ditetapkan bahwa Enzo Fernandez tidak memainkan bola dan oleh karena itu membuat setiap pelanggaran offside bersifat subjektif, namun, pada kesempatan ini, VAR tidak menyadari dampak yang mungkin timbul dari posisinya dan seharusnya merekomendasikan peninjauan di lapangan,” kata juru bicara Pro Ref seperti dikutip ESPN.

Gol Haaland Sempat Dianulir Wasit

Kontroversi bermula setelah Haaland mencetak gol pada menit ke-60 dari situasi umpan silang Josko Gvardiol yang mengalami perubahan arah. Hakim garis langsung mengangkat bendera offside sehingga gol tersebut pada awalnya tidak disahkan.

VAR Matthew Donohue dan asisten VAR Blake Antrobus kemudian memeriksa kejadian tersebut. Pemeriksaan menemukan Haaland berada dalam posisi onside, sementara Fernandez dinilai tidak memainkan bola.

Karena Fernandez tidak menyentuh bola, VAR menilai tidak terjadi pelanggaran offside yang membuat gol harus dianulir. Keputusan itu akhirnya membuat gol Haaland disahkan dan menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.

Namun, setelah pertandingan, persoalan yang dipermasalahkan bukan lagi posisi Haaland. Pro Ref menilai VAR gagal memperhitungkan kemungkinan pengaruh Fernandez terhadap pemain Manchester United dalam proses serangan tersebut.

Dalam penilaian Pro Ref, kondisi itu seharusnya membuat VAR meminta wasit utama melakukan on-field review sebelum mengambil keputusan akhir.

Pro Ref Hubungi Manchester United

Pengakuan tersebut kemudian diikuti komunikasi langsung dengan Manchester United. Pro Ref memastikan pihaknya telah menghubungi klub untuk menyampaikan bahwa keputusan tersebut dianggap sebagai kesalahan penilaian.

“Kontak telah dilakukan dengan Manchester United malam ini untuk mengakui apa yang kami anggap sebagai kesalahan penilaian. Peninjauan atas insiden tersebut akan dilakukan,” ujar juru bicara Pro Ref.

Dengan pengakuan itu, kontroversi gol Haaland tidak lagi sebatas perdebatan antara pemain, pelatih, dan pendukung. Badan wasit sendiri telah menyatakan bahwa VAR seharusnya mengambil langkah berbeda dalam situasi tersebut.

Reuters melaporkan Pro Ref menilai VAR memang benar saat memastikan Haaland berada dalam posisi onside. Kesalahan terjadi karena dampak posisi Fernandez tidak dikenali dan seharusnya memicu pemeriksaan langsung oleh wasit.

Carrick dan Martinez Sebelumnya Kecewa

Sebelum pengakuan Pro Ref muncul, manajer Manchester United Michael Carrick telah menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Carrick menilai situasi itu mengkhawatirkan karena teknologi VAR justru tidak menghasilkan keputusan yang menurutnya tepat.

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, juga mempertanyakan keputusan tersebut. Martinez terlibat langsung dalam situasi ketika Fernandez bergerak di area yang sama dengan dirinya sebelum bola mengarah kepada Haaland.

“Saya ingin menahan diri tetapi rasanya sangat sulit. Sulit karena kami kalah. Kami kalah dalam laga derby, kami kehilangan tiga poin di kandang sendiri,” ujar Martinez dilansir dari laman resmi MU.

“Setiap musim mereka datang ke klub kami dan membahas soal aturan. Lalu, setelahnya, ada lima atau enam orang yang melakukan kesalahan seperti ini di Premier League,” katanya melanjutkan.

Martinez kemudian menjelaskan bahwa keberadaan Fernandez membuatnya harus mengambil keputusan terhadap pemain yang berada di depannya, sementara Haaland berada di belakang.

“Situasinya sulit karena ada dua pemain di sana dan Haaland berada di belakang. Peluangnya 50-50 dan saya harus mengambil keputusan terhadap pemain pertama yang ada di depan [Enzo Fernandez]. Jadi, jika dia tidak ada di sana, barulah Anda beralih ke Haaland. Sesederhana itu,” ucap Martinez.

Pro Ref akhirnya menyatakan VAR memang seharusnya mempertimbangkan kemungkinan dampak posisi Fernandez terhadap situasi tersebut. Pengakuan itu membuat keputusan gol Haaland menjadi salah satu kontroversi VAR terbesar yang muncul sejak teknologi tersebut digunakan di Liga Inggris pada 2019.

Man City Sempurna, MU Masih di Posisi 13

Di luar kontroversi VAR, kemenangan di Old Trafford membuat Manchester City mempertahankan awal sempurna di Liga Inggris. The Citizens mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dan berada di posisi kedua, hanya di belakang Arsenal.

Manchester City juga harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-23 setelah Phil Foden mendapat kartu merah. Meski kehilangan satu pemain, tim asuhan Enzo Maresca tetap mampu mempertahankan keunggulan setelah Haaland mencetak gol pada babak kedua.

Sementara itu, Manchester United belum mampu memperbaiki posisi mereka setelah kembali kehilangan poin. The Red Devils kini berada di peringkat ke-13 dengan empat poin dari empat pertandingan, hasil dari satu kemenangan, satu seri, dan dua kekalahan.

Bagi MU, pengakuan Pro Ref datang setelah tiga poin dari derby Manchester sudah berpindah ke rival sekota. Sementara bagi Manchester City, gol Haaland tetap tercatat sebagai gol kemenangan dan membawa mereka menyamai Arsenal sebagai dua tim yang sama-sama meraih poin maksimal dari empat laga awal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|