RSUD Wates Tambah Layanan Rawat Inap Pasien Gangguan Jiwa

4 hours ago 1

Harianjogja.com, KULONPROGO—RSUD Wates menargetkan menghadirkan layanan rawat inap kesehatan jiwa pertama di Kulonprogo pada tahun ini guna menutup kekosongan layanan psikiatri di wilayah tersebut. Hal ini ditegaskan manajemen RSUD Wates melalui rencana penambahan dokter dan fasilitas khusus pasien gangguan jiwa sebagai bagian pengembangan layanan kesehatan daerah pada Kamis, (26/2/2026).

Direktur RSUD Wates, Eko Budiarto, menjelaskan layanan rawat inap penyakit jiwa dirancang secara khusus karena selama ini pasien dari Kulonprogo harus dirujuk ke RS Grhasia Pakem, Sleman. Menurutnya, fasilitas baru tersebut masih dalam tahap pematangan rencana dan penyiapan sumber daya.

“Nanti kami akan menambahkan dokter dan ruang rawat inap. Sekarang ruang rawat inap ada 265 bisa bertambah khusus kesehatan jiwa karena di Jogja (DIY) ini yang melayani rawat inap jiwa baru Grhasia kami mencoba membukanya tahun ini,” katanya kepada wartawan, Kamis, (26/2/2026).

Selain layanan kesehatan jiwa, RSUD Wates juga sedang mengupayakan perizinan layanan intervensi jantung agar dapat bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pengembangan fasilitas lain yang direncanakan meliputi pembangunan unit kemoterapi dan radioterapi bagi pasien kanker, sehingga masyarakat Kulonprogo tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk penanganan penyakit berat.

“Mudah-mudahan ke depan itu segera diacc oleh BPJS. Mudah-mudahan yang canggih juga semakin bertambah terutama untuk endoskopi, laparoskopi, dan kateterisasi intervensi,” lanjut Eko.

Menurutnya, RSUD Wates terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan melalui program kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU) sebagai bagian dari rencana pengembangan menjadi rumah sakit penyelenggara pendidikan utama untuk dokter spesialis (RSPPU). Saat ini RSUD Wates telah berstatus rumah sakit tipe B pendidikan dengan usia operasional mencapai 43 tahun.

“Kami sudah berdiri 43 tahun dan alhamdulillah sekarang kita untuk level rumah sakit sudah yang tertinggi untuk kelas RSUD dengan tipe B pendidikan,” jelasnya.

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menekankan bahwa pengembangan layanan kesehatan harus tetap mengedepankan nilai kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi medis yang pesat. Ia menilai kesembuhan pasien tidak hanya ditentukan kecanggihan alat kesehatan, tetapi juga aspek psikologis serta sikap empati tenaga medis.

“Sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah yang tidak hanya sekadar tindakan klinis dan administratif. Melainkan menyangkut kemanusiaan, empati dan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Pengembangan layanan rawat inap kesehatan jiwa di RSUD Wates diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan mental bagi warga Kulonprogo sekaligus memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit daerah agar lebih komprehensif seiring kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|