Pipa Druzhba yang mengalirkan minyak dan gas dari Rusia ke Jerman.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Kota Schwedt di Jerman timur mengungkapkan kekhawatiran atas potensi terganggunya pasokan minyak ke kilang lokal yang menjadi tulang punggung distribusi energi kawasan tersebut. Kekhawatiran ini mencuat setelah Rusia mengumumkan penghentian pengiriman minyak Kazakhstan ke Jerman melalui jaringan pipa Druzhba mulai 1 Mei 2026.
Kilang PCK di Schwedt diketahui memasok sekitar 90 persen kebutuhan bahan bakar untuk Berlin serta wilayah Brandenburg. Fasilitas ini sebelumnya bergantung pada minyak Rusia, namun sejak 2023 beralih ke pasokan Kazakhstan menyusul kebijakan Berlin yang melarang impor minyak Rusia melalui jalur pipa.
Wakil Perdana Menteri Rusia Aleksandr Novak menyatakan bahwa transit minyak Kazakhstan melalui Druzhba akan dihentikan dengan alasan keterbatasan kapasitas teknis. Ia menambahkan, volume pasokan tersebut akan dialihkan ke jalur logistik lain yang dinilai lebih memungkinkan secara operasional.
“Mulai 1 Mei, volume pasokan minyak Kazakhstan yang sebelumnya dikirim ke Jerman melalui pipa Druzhba akan dialihkan ke jalur logistik lain yang bebas hambatan,” ujar Novak, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional pada akhir April.
Menurut Novak, pembahasan terkait perubahan jalur distribusi ini telah dilakukan bersama pemerintah Kazakhstan dalam beberapa waktu terakhir. Ia juga menyinggung sikap Jerman yang telah menghentikan impor minyak Rusia.
“Jerman telah menolak minyak Rusia, yang berarti semuanya baik-baik saja bagi mereka,” katanya.
Di tingkat lokal, kebijakan ini memicu kecemasan. Warga Schwedt khawatir gangguan operasional kilang akan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
“Jika lampu padam di PCK, kota ini akan mati. Kami tidak ingin kembali ke abad ke-19,” ujar seorang warga kepada Ruptly sebagaimana diberitakan RT pada Ahad (4/5/2026). Warga lain bahkan memperingatkan potensi gejolak sosial apabila harga bahan bakar melonjak akibat gangguan pasokan.
Pemerintah Kazakhstan mengonfirmasi tengah mencari alternatif distribusi dengan mengalihkan pengiriman minyak melalui pelabuhan di kawasan Baltik dan Laut Hitam Rusia. Namun, opsi ini dinilai memiliki keterbatasan infrastruktur.

4 hours ago
2















































