Saudi akan Ijinkan Investor untuk Membangun Hunian Baru

20 hours ago 9

Putra Mahkota Arab Saudi dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman Al Saud menghadiri Dialog Informal Pemimpin APEC dengan Para Tamu selama APEC 2022 di Bangkok, Thailand, 18 November 2022. Thailand menjadi tuan rumah Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC 2022, KTT untuk kerjasama ekonomi terdiri dari 21 ekonomi anggota terkemuka untuk mempromosikan perdagangan bebas di kawasan Asia-Pasifik.

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH — Dewan Menteri Arab Saudi menyetujui kerangka kerja yang mengizinkan investor untuk mengembangkan lahan dan membangun unit hunian bagi penerima manfaat program perumahan pembangunan. Kebijakan tersebut sebagai imbalan atas kepemilikan persentase tertentu dari lahan tersebut.

Dalam sidang yang dipimpin putra mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman di Jeddah, Selasa(4/8/2026), kabinet juga menyetujui perpanjangan tenggat waktu perbaikan transaksi real estat yang belum terdokumentasi selama satu tahun, seperti dikutip dari laman Saudigazette.

Pada awal sidang, putra mahkota menyampaikan isi pembicaraan teleponnya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perkembangan kawasan dan dampaknya di berbagai tingkatan. Ia menegaskan kembali fokus Arab Saudi pada pentingnya dialog untuk meredakan ketegangan, serta mendorong semua upaya guna mencapai ketenangan yang membuka jalan bagi solusi diplomatik demi keamanan dan stabilitas regional.

Putra mahkota juga memberikan pembaruan mengenai komunikasi teleponnya dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Pembahasan berfokus pada peningkatan prospek kerja sama bilateral di berbagai sektor, di samping isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Menteri Pendidikan sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Media Yousef Al-Benyan dalam keterangannya kepada Saudi Press Agency, usai sidang, menyampaikan, kabinet menyambut baik meningkatnya dukungan internasional untuk bergabung dalam aliansi pertahanan maritim multinasional yang diprakarsai Arab Saudi.

Dewan menilai hal ini memproyeksikan peran pelopor Kerajaan dalam memperkuat keamanan regional dan internasional, serta memperkokoh kerja sama multilateral. Langkah ini mencakup pembentukan kerangka kerja bersama guna melindungi jalur pelayaran internasional, rute perdagangan, dan pasokan energi dari meningkatnya ancaman di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|