REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Brand olahraga dunia asal Jerman, Adidas, menghadapi seruan boikot setelah menampilkan mantan tentara Israel, Shalev Biton, dalam kampanye iklan layanan penjualan sepatu satuan bagi penyandang disabilitas yang diamputasi. Dalam iklan tersebut, Biton terlihat mencoba sepatu di sebuah toko di Israel sebelum mengenakannya saat berlari di luar ruangan.
Kontroversi tersebut memunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Rio Arief Pradira (22 tahun), seorang mahasiswa, mengaku baru mengetahui polemik tersebut. Rio menilai perusahaan perlu lebih memperhatikan figur yang digunakan dalam sebuah campaign agar tidak bertentangan dengan konsumen.
Meski bukan pengguna Adidas, Rio mengatakan, sikap Adidasdapat mempengaruhi pilihannya apabila suatu saat hendak membeli produk olahraga. Ia mengaku untuk sementara akan mempertimbangkan merek olahraga lain karena memiliki perhatian terhadap persoalan Palestina.“Saya mungkin untuk sementara waktu bakal lebih melirik ke merek lain,” kata dia, Selasa(8/9/2026).
Pandangan serupa disampaikan Sandi Aryawan(23 tahun). Mahasiswa ini telah mengetahui kontroversi tersebut melalui media sosial. Menurut Sandi, yang bukan pengguna Adidas, mengatakan, perusahaan global perlu mempertimbangkan isu kemanusiaan ketika menentukan figur dalam iklan.
Sandi menilai Adidas perlu memberikan penjelasan resmi kepada publik mengenai kontroversi tersebut. Jika terdapat kekeliruan dalam pemilihan figur, dia menilai, perusahaan sebaiknya menyampaikan permintaan maaf dan memberikan penjelasan secara terbuka.“Kalau memang itu kesalahan, minta maaf. Kalau memang ada kekeliruan, sampaikan saja,” ujar Sandi.
Salah seorang pengguna Adidas, Dedi Budiatmo, pekerja swasta, mengaku telah menggunakan produk Adidas sejak duduk di bangku sekolah. Ia mengatakan kontroversi tersebut tidak memengaruhi keputusannya untuk tetap menggunakan maupun membeli produk Adidas.
“Kalau saya memang senang sejak dulu, saya enggak bakal berhenti,” ujar Dedi saat berbincang dengan Republika di Jakarta, Selasa(8/9/2026)
Dedi juga menilai penggunaan figur mantan tentara Israel dalam iklan tersebut tidak menjadi persoalan baginya. Menurutnya, pandangan masyarakat terhadap kontroversi tersebut dapat berbeda-beda.
sumber : Mg-167

8 hours ago
6













































