SinemArt Rilis Trailer Film Suamiku Lukaku, Angkat Isu KDRT yang Kerap Luput dari Perhatian

6 hours ago 4

Poster film Suamiku Lukaku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah, bagi sebagian besar orang, merupakan tempat paling aman untuk pulang setelah lelah menjalani hari. Tempat di mana cinta dipupuk, tawa berbagi ruang dengan kehangatan, dan setiap anggota keluarga merasa terlindungi.

Namun, realitas tidak selalu seindah citra yang terpampang di permukaan. Terkadang, balik pintu tertutup sebuah rumah yang terlihat harmonis, justru tersimpan badai emosional yang menghancurkan jiwa. Inilah premis mendalam yang diangkat oleh rumah produksi SinemArt dalam film drama terbaru mereka berjudul Suamiku Lukaku.

Trailer perdana yang baru saja dirilis resmi menjadi pembuka mata sekaligus pengingat getir tentang isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Film ini tidak hanya menawarkan tontonan, melainkan sebuah cermin yang memaksa penonton untuk melihat realitas pahit yang kerap terjadi di lingkungan sekitar kita. Melalui narasi yang tajam dan emosional, film ini berupaya membedah lapisan-lapisan kekerasan yang sering kali tersembunyi, tak kasat mata, dan dibungkam oleh stigma sosial yang kuat.

Inspirasi cerita ini bersumber dari realitas menyedihkan yang dialami oleh satu dari empat perempuan di Indonesia. Statistik tersebut bukan hanya sekadar angka, melainkan jeritan bisu dari banyak perempuan yang terjebak dalam lingkaran kekerasan tanpa tahu cara keluar. Film ini hadir untuk memberi suara pada mereka yang selama ini dipaksa diam oleh situasi, oleh ketakutan, dan oleh tekanan lingkungan.

Trailer tersebut memperlihatkan dinamika hubungan yang sangat kontras antara Amina, yang diperankan dengan sangat apik oleh Acha Septriasa, dan Irfan, yang dibawakan oleh Baim Wong. Irfan digambarkan sebagai sosok yang dihormati, seorang pemuka agama di lingkungannya yang mengikuti jejak ayahnya.

Publik mengenal Irfan sebagai pria saleh, penyabar, dan menjadi panutan. Namun, realitas di balik dinding rumah mereka berbanding terbalik 180 derajat. Amina harus menanggung beban kekerasan fisik yang meninggalkan bekas luka, serta kekerasan verbal yang merobek batinnya secara perlahan namun pasti.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|