Singgung Indonesia Menuju Krisis, BEM Undip Nyatakan akan Lanjutkan Demo Pemerintah

3 hours ago 3

Ahad 14 Jun 2026 03:05 WIB

BEM Undip menyebut krisis ekonomi sudah di depan mata.

Ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jumat (12/6/2026) sore. Mereka menyuarakan sejumlah isu, mulai dari kenaikan BBM, pelemahan rupiah, hingga pengesahan Undang-Undang (UU) Polri.

Foto: Kamran Dikarma/Republika

Ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jumat (12/6/2026) sore. Mereka menyuarakan sejumlah isu, mulai dari kenaikan BBM, pelemahan rupiah, hingga pengesahan Undang-Undang (UU) Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) Nur Maajid mengatakan, dia dan segenap mahasiswa kampusnya akan terus mengagendakan aksi demonstrasi untuk merespons kondisi nasional yang dinilainya terus mengalami keterpurukan. Dia berpendapat, kenaikan harga BBM, melemahnya nilai rupiah, dan semakin sempitnya lapangan kerja telah menjadi penanda negara sedang menuju krisis. 

Hal itu disampaikan Nur saat diwawancara di sela-sela aksi demonstrasi oleh ratusan mahasiswa Undip di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (12/6/2026) sore. Dia mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya bakal melakukan konsolidasi dan menggelar aksi kembali. 

"Saya tidak kemudian mempersoalkan berapa ribu (mahasiswa) yang turun, tapi lebih kepada seberapa konsisten teman-teman Undip. Tadi saya sudah bilang kepada teman-teman Undip bahwa Undip akan terus konsisten untuk mengelola hal ini. Jadi kita bukan fokus di kuantitas, tapi kita fokus di seberapa konsisten kita dalam gerakan ini," ucap Nur. 

Dengan kondisi nasional saat ini, Nur mengaku cukup khawatir pada kalangan pemuda segenerasinya. "Saya merasa kelompok pemuda tidak punya harapan. Hari ini semua harga bahan pokok naik. Janji 19 juta lapangan pekerjaan juga belum terealisasi. Bahkan teman-teman yang hari ini sarjana harus menunggu satu atau dua tahun dulu untuk bisa bekerja," ucapnya. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|