Sistem Otonom Tesla Ambil Alih Kemudi, Pria Ini Nyaris Dilindas Kereta

6 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pengemudi Tesla nyaris ditabrak kereta api karena mobil listrik yang ia kemudikan mengambil alih kendali di perlintasan sebidang.

Joshua Brown dari Texas, mengatakan fitur Full Self-Driving (FSD) Tesla miliknya tiba-tiba hidup saat ia menunggu kereta api lewat. Fitur FSD adalah teknologi mobil otonom yang tersedia di model mobil terbaru Tesla.

Dalam video yang beredar di media sosial, Tesla milik Brown tampak menabrak pintu perlintasan hingga kaca mobilnya pecah. Hanya beberapa detik setelah Tesla tersebut melewati rel, tampak kereta api melaju dengan kecepatan tinggi.

Brown mengaku bahwa ia sempat tidak berkonsentrasi saat menunggu kereta lewat di bangku kemudi.

"Saat saya sadar bahwa mobil saya bergerak, palang sudah pas di depan saya," kata Brown.

Kamera belakang Tesla menunjukkan seberapa dekatnya kereta yang melintas dan hampir menabrak mobil Brown.

"Saya inginnya mengaku tak terguncang, tetapi saya sebetulnya terguncang sedikit. Pada akhirnya, jika memang sudah waktunya, ya memang waktunya. Namun, Tuhan masih menjaga saya dan saya berterima kasih saya masih hidup," kata Brown.

Brown tidak berniat untuk menggugat Tesla terkait peristiwa tersebut. Tesla menegaskan bahwa pengemudi harus tetap aktif saat mobil sedang bergerak, meskipun fitur FSD diaktifkan.

[Gambas:Youtube]

"Jujur saya masih memperhatikan, atau mungkin saya sudah tewas. Namun saya jamin, sekarang, saya pasti menginjak rem di perlintasan kereta. Saya tidak akan percaya [ke sistem otonom] mobil saya akan diam di sana," katanya.

Futurism mencatat bahwa korban tewas dan kecelakaan akibat sistem swakemudi Tesla terus bertambah meski teknologi tersebut sudah berusia 10 tahun.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|