REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira memastikan ketersediaan gas liquefied petroleum gas (LPG) atau gas LPG 3 KG di wilayahnya aman ditengah ancaman krisis energi akibat perang di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
"Untuk warga Cimahi enggak perlu panik, apalagi punic buying, enggak ada kelangkaan stok. Insya Allah masalah eskalasi Timur Tengah enggak berdampak terhadap gas LPG atau berkaitan dengan gas LPG," kata Adhitia saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, kuota gas LPG 3 KG untuk Kota Cimahi mencapai 19.059 Mton. Jika dikonversikan, jatah gas bersubsidi yang didapat Kota Cimahi adalah sebanyak 529.416 tabung/bulan.
Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkoperind Kota Cimahi Indra Bagjana menambahkan, stok yang disiapkan itu sejauh ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gas bagi warga Kota Cimahi. Sehingga Pemkot Cimahi belum menerima adanya kelangkaan di tengah-tengah masyarakat.
"Untuk stok alhamdulillah masih terjaga, tidak ada kelangkaan dan gejolak di tengah-tengah masyarakat," kata Indra.
Dia menggambarkan stok Gas LPG 3 KG dalam sebulan terakhir di tengah geloka di kawasan Timur Tengah. Sebelum bulan suci Ramadhan, kata Indra, ketersediaan gas 'si melon' itu cukup melimpah sebagai antisipasi peningkatan permintaan dari masyarakat.
Kemudian jelang Lebaran 2026, disiapkan penyaluran fakultatif untuk mengantisipasi naiknya permintaan saat Hari Raya Idulfitri tersebut. Sehingga akhirnya stok kebutuhan akans Gas LPG 3 KG itu hingga saat ini tetap terpenuhi. Pemkot Cimahi pun terus menjalin koordinasi dengan stakeholder terkait seperti Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) serta agen.
"Bahkan kemarin sempat banjir melimpah melebihi kebutuhan. Intinya kalau stok kan kita antisipasi momentum tertentu. Jadi kuotanya terus mengalir," ujar Indra.

3 hours ago
2















































