Studi: Apa yang Disantap Saat Makan Malam Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur

4 hours ago 3

Sebuah studi menemukan bahwa pilihan makanan saat makan malam bisa memengaruhi kualitas tidur hingga pola makan pada pagi keesokannya. (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi menemukan bahwa pilihan makanan saat makan malam bisa memengaruhi kualitas tidur hingga pola makan pada pagi keesokannya. Temuan itu diungkap dalam penelitian yang dipimpin University of Granada dan dipublikasikan di European Journal of Nutrition.

Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan dua arah antara pola makan dan tidur. Artinya, makanan yang dikonsumsi saat malam hari dapat memengaruhi kualitas tidur, sementara kualitas tidur juga menentukan pilihan makanan saat sarapan.

"Menu makan malam memengaruhi tidur, dan tidur pada gilirannya memengaruhi kebiasaan sarapan keesokan harinya," kata para peneliti, dilansir laman Euro News, Sabtu (9/5/2026).

Untuk meneliti hubungan tersebut, para peneliti mengamati pria dan wanita obesitas selama 14 hari berturut-turut dalam kondisi kehidupan sehari-hari, bukan di laboratorium. Selama pengamatan, para peserta diminta mencatat makanan yang mereka konsumsi terutama makan malam dan sarapan.

Sementara itu, kualitas tidur mereka dipantau menggunakan akselerometer dan alat pelacak tidur. Pendekatan ini dinilai memberi gambaran yang lebih realistis mengenai interaksi antara pola makan dan tidur karena kebiasaan peserta diamati secara alami di lingkungan sehari-hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi nutrisi pada makan malam berkaitan erat dengan kualitas tidur di malam yang sama. Makanan tinggi kalori, lemak, kolesterol, protein, alkohol, daging merah, dan gorengan, berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk. Adapun makan malam yang mengandung lebih banyak karbohidrat, minyak zaitun, dan ikan berlemak justru dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik.

Penelitian juga menemukan kualitas tidur memengaruhi pola makan keesokan paginya. "Kualitas tidur yang lebih buruk dikaitkan dengan kebiasaan sarapan yang kurang sehat," kata peneliti.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|