REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Angka stunting atau tengkes di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencapai lebih dari 178 ribu kasus per Agustus 2026. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut, secara persentase, kasus stunting di Jateng masih lebih rendah dibandingkan nasional.
“Di Jawa Tengah hari ini stunting-nya adalah 9,77 di atas nasional. Artinya kita lebih baik. Artinya penanganan ini sudah baik karena sudah di atas nasional,” ungkap Luthfi ketika memberikan keterangan kepada awak media seusai menghadiri rapat koordinasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Kota Semarang, Selasa (22/9/2026).
Dia mengatakan, terdapat dua kabupaten di Jateng yang persentase kasus tengkesnya rendah, yakni Semarang dan Demak. “Ini saya jadikan model agar kabupaten/kota yang lain mengikuti,” ujarnyar.
“Memang ada tiga kabupaten/kota yang rentang kendalinya jauh, di antaranya adalah Wonosobo, Purbalingga, dan Banjarnegara. Yang ini nanti akan kita intervensi dengan dinas terkait,” tambah Luthfi.
Menurut Luthfi, penanganan kasus tengkes membutuhkan kerja sama serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. “Jadi stunting ini adalah penanganan yang komprehensif milik kita bersama agar Jawa Tengah khususnya dan nasional menuju Indonesia Emas 2045 yang akan datang,” ucapnya.

4 hours ago
4
















































