Subsidi Motor Listrik Disetop, Diler Putar Otak Demi Jualan Laku

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan pemerintah yang tidak melanjutkan insentif untuk sepeda motor listrik pada 2026 menjadi perhatian pelaku industri. Tanpa dukungan subsidi, produsen dan jaringan diler diperkirakan harus mencari cara lain untuk menjaga minat konsumen terhadap kendaraan listrik roda dua.

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengakui insentif pemerintah memang memiliki peran dalam meningkatkan daya tarik motor listrik. Namun, industri tetap harus mendorong adopsi kendaraan listrik meski tanpa dukungan tersebut.

"Insentif pasti menambah (penjualan). Tapi kalau tidak ada insentif, kita tetap harus memperkenalkan EV ke konsumen," kata Octavianus dalam buka puasa bersama AHM dikutip Kamis (26/2/2026).

Perusahaan tetap menjalankan berbagai upaya untuk memperluas penggunaan motor listrik, mulai dari pemasaran hingga memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat.

"Kita tetap pasarkan, beri experience, siapkan infrastrukturnya. Mudah-mudahan dengan sesekali bikin program akan menarik," ujarnya.

Dalam kondisi tanpa subsidi pemerintah, promosi kemungkinan lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh jaringan diler.

"Betul, program-program mandiri," kata dia ketika ditanya apakah insentif akan digantikan dengan promo dari diler.

Meski pasar kendaraan listrik roda dua masih relatif kecil, industri melihat potensi pertumbuhan jangka panjang. Sepanjang 2025 misalnya, penjualan motor listrik nasional tercatat masih berada di kisaran puluhan ribu unit.

"Kalau tidak salah data terakhir sekitar 60.000-an," ujar Octavianus.

Adapun soal kontribusi merek Honda terhadap angka tersebut, Octavianus memilih tidak merinci pangsa pasarnya.

"Tidak bisa saya cek satu-satu. Saya cuma tahu totalnya saja," ujarnya.

Ke depan, perusahaan juga masih membuka peluang menghadirkan model motor listrik baru. Namun Octavianus menegaskan keputusan tersebut akan menyesuaikan kebutuhan pasar domestik.

"Nanti ditunggu saja. Model itu kita sesuaikan dengan kebutuhan pasar," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan tidak akan memberikan insentif untuk pembelian motor listrik pada tahun ini. Kepastian ini sekaligus menjawab spekulasi publik dan pelaku industri yang sempat menunggu kelanjutan kebijakan tersebut.

"Motor listrik enggak ada insentif tahun ini. [Sudah fix ya?] Tahun ini tidak diberikan insentif," tegas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam diskusi dengan beberapa media di Bandung, Kamis (29/1/2026).

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|