Susul AS, Investor China dan Taiwan Berebut Masuk RI Bangun Pabrik Ini

9 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya Indonesia masuk lebih dalam ke rantai pasok industri teknologi global mulai terlihat. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas industri semikonduktor oleh investor asal Amerika Serikat sudah mulai direalisasikan di dalam negeri.

Sementara itu, minat dari investor China dan Taiwan disebut masih mengantre, dengan dinamika dan tantangan masing-masing.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan, kawasan industri nasional saat ini berada dalam fase ekspansi yang membuka ruang besar bagi masuknya industri berteknologi tinggi. Di tengah tren global meningkatnya kebutuhan chip dan komponen elektronik, sektor semikonduktor menjadi salah satu fokus utama yang tengah dijajaki secara serius.

"Pengembangan industri semikonduktor melalui pembentukan joint venture di kawasan industri Indonesia merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan. Ini akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperdalam hilirisasi industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global," kata Akhmad Ma'ruf Maulana, Kamis (29/1/2026).

HKI mencatat, investor dari Amerika Serikat menjadi yang paling progresif sejauh ini karena sudah masuk tahap realisasi pembangunan fasilitas industri pada tahun ini. Berbeda dengan itu, investor dari Taiwan masih berada dalam fase penjajakan dan negosiasi.

Sementara dari China, proses investasi sebenarnya telah berjalan, namun langkah fisik di lapangan belum bergerak sesuai rencana. Keterlambatan tersebut terutama disebabkan oleh lambatnya proses perizinan, padahal pembangunan pabrik semikonduktor dari investor Tiongkok semula ditargetkan bisa dimulai pada 2025.

Rencana investasi dari Taiwan dan China memiliki karakter yang berbeda dibandingkan konsorsium Amerika Serikat-Jerman yang saat ini membangun pabrik semikonduktor di Batam. Perbedaan itu terlihat dari struktur konsorsium, pendekatan teknologi, hingga orientasi pasar, meskipun semuanya mengarah pada tujuan yang sama, yakni memperkuat basis industri nasional dan keterhubungan dengan rantai pasok global.

 Semiconductor chips are seen on a printed circuit board in this illustration picture taken February 17, 2023. REUTERS/Florence Lo/Illustration/File PhotoFoto: REUTERS/Florence Lo
FILE PHOTO: Semiconductor chips are seen on a printed circuit board in this illustration picture taken February 17, 2023. REUTERS/Florence Lo/Illustration/File Photo

Dari sisi kesiapan lahan, HKI mengklaim telah menyiapkan sejumlah kawasan industri yang dinilai kompetitif untuk pengembangan semikonduktor. Beberapa di antaranya berada di Batam dan Bintan, wilayah yang selama ini dikenal memiliki infrastruktur relatif matang dan akses logistik internasional yang kuat.

"HKI mengundang perusahaan semikonduktor global, termasuk dari Amerika Serikat, Taiwan, dan Tiongkok, untuk berinvestasi di Indonesia melalui skema joint venture dengan mitra nasional. Skema ini dirancang agar investasi yang masuk tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong percepatan transfer teknologi, penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia," ujar Ma'ruf.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor semikonduktor masih tergolong tinggi dan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan industri nasional, mengingat semikonduktor merupakan komponen penting bagi berbagai sektor strategis.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa lonjakan impor tersebut mencerminkan masih terbatasnya kapasitas industri semikonduktor di dalam negeri.

"Berdasarkan data BPS, nilai impor produk semikonduktor dan komponen elektronik lainnya meningkat hampir dua kali lipat, dari US$ 2,33 miliar pada 2020 menjadi US$ 4,87 miliar pada periode Januari-November 2025," kata Agus dalam Indonesia Semiconductor Summit 2026 di ITB Innovation Park di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, struktur impor Indonesia juga masih terkonsentrasi pada sejumlah negara pemasok utama di Asia Timur dan Asia Tenggara, yang selama ini menguasai rantai pasok global semikonduktor.

"Pada 2025, impor semikonduktor Indonesia didominasi oleh Taiwan sebesar US$ 1,35 miliar dan Tiongkok US$ 1,24 miliar, disusul Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Jepang," ujarnya.

Kebutuhan semikonduktor sangat besar sebab kebutuhan yang sangat besar. Semikonduktor kini menjadi tulang punggung transformasi teknologi, baik pada perangkat konsumsi seperti elektronik, telekomunikasi, energi, pertahanan, transformasi digital maupun kendaraan bermotor.

Di sektor elektronik, Agus menyebutkan bahwa skala produksi dalam negeri mencerminkan besarnya kebutuhan chip. Indonesia saat ini memproduksi puluhan juta unit ponsel setiap tahun, disertai peningkatan permintaan perangkat elektronik lainnya.

"Realisasi produksi ponsel nasional berada di kisaran 30-60 juta unit per tahun, sementara kebutuhan laptop ditargetkan mencapai 1,57 juta unit pada 2026," kata Agus.

Lonjakan kebutuhan semikonduktor juga terjadi di sektor otomotif, seiring meningkatnya kompleksitas teknologi kendaraan. Fitur keselamatan, kontrol elektronik, hingga sistem penggerak modern sangat bergantung pada chip.

"Produksi kendaraan bermotor Indonesia pada 2025 mencapai 803.867 unit, termasuk kendaraan hybrid dan listrik," jelasnya.

Menurut Agus, kendaraan elektrifikasi menjadi faktor utama peningkatan kebutuhan semikonduktor karena nilai kandungan chip yang jauh lebih besar dibanding kendaraan konvensional.

"Kendaraan hybrid dan listrik memiliki nilai kandungan semikonduktor hingga tiga kali lipat dibandingkan kendaraan konvensional," tegasnya.

(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|