Suzukui "Tak Peduli" Mobil China Serbu RI, 2026 Pasang Target Ambisius

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketatnya persaingan industri otomotif nasional mulai terasa dampaknya bagi sejumlah merek lama. Masuknya pabrikan asal China dengan strategi agresif di segmen harga dan produk membuat peta persaingan bergeser.

Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengakui, kondisi pasar otomotif sepanjang 2024 hingga menuju 2025 tidak sepenuhnya ideal. Penurunan total penjualan nasional ikut memengaruhi performa sejumlah merek, termasuk Suzuki.

"Kalau kita bicara dari 2024 ke 2025, secara overall total market memang turun. Namun, pangsa pasar kami relatif masih sama," ujar Donny dikutip, Jumat (30/1/2026).

Gaikindo mencatat, penjualan wholesale atau dari pabrikan ke diler Suzuki pada tahun 2024 ialah sebanyak 66.809 unit, sedangkan di 2025 turun sekitar 3,5% menjadi 66.345 unit. Kemudian untuk penjualan ritel atau diler ke konsumen juga turun hampir 7% dari 69.392 unit di 2025 menjadi 64.838 unit di 2024.

Posisi ini disebut sejalan dengan kondisi industri secara keseluruhan. Menurutnya, koreksi yang terjadi lebih disebabkan oleh kontraksi pasar, bukan karena kehilangan basis konsumen.

"Tentunya ada sedikit koreksi turun. Tapi dengan market share yang masih terjaga, kami justru menatap 2026 dengan lebih optimis," kata Donny.

Optimisme itu tercermin dari target ambisius Suzuki untuk meningkatkan pangsa pasar hingga 9,5% pada 2026. Target tersebut dinilai realistis seiring berbagai langkah strategis yang tengah disiapkan perusahaan.

"Di 2026 ini kami harapkan market share bisa mencapai 9,5%," ujarnya.

Ada beberapa faktor utama yang menjadi dasar keyakinan Suzuki. Salah satunya adalah penyegaran portofolio produk, baik melalui peluncuran model baru maupun penambahan varian untuk mendorong minat konsumen.

"Strategi pertama tentu terkait penawaran model dan produk baru, termasuk varian-varian baru untuk merangsang market," jelasnya.

Selain produk, Suzuki juga membenahi aspek internal. Perbaikan operasional dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan agar loyalitas terhadap merek tetap terjaga.

"Yang kedua adalah bagaimana kami meng-improve operasional kami sehingga kepuasan pelanggan semakin tinggi dan tetap kembali ke Suzuki," tambah Donny.

Tak hanya itu, Suzuki juga menargetkan perluasan dan pendalaman jaringan distribusi agar lebih dekat secara geografis dengan konsumen, sekaligus memperkuat layanan purnajual sebagai salah satu kunci mempertahankan kepercayaan pasar.

"Pendekatan ke konsumen melalui network dan outlet kami yang lebih dekat, serta penguatan after sales, itu menjadi fokus utama kami ke depan," pungkasnya.

Mobil China Intai Penjualan Mobil Jepang di RI

Peta persaingan industri otomotif nasional sepanjang 2025 masih didominasi pabrikan Jepang, namun mulai menunjukkan pergeseran menarik dengan masuknya merek-merek asal China ke jajaran teratas penjualan.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan bahwa meski pasar mobil secara keseluruhan mengalami penurunan, kompetisi antarbrand justru semakin ketat. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, penjualan mobil secara ritel tercatat sebanyak 833.692 unit, sementara penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencapai 803.687 unit.

Mobil China semakin getol menunjukkan taringnya di pasar Indonesia. Tercatat, produsen mobil listrik China BYD, berhasil menembus enam besar dengan penjualan ritel 44.342 unit dan wholesales 46.711 unit. Capaian tersebut pun turut menandai semakin kuatnya penerimaan pasar domestik terhadap kendaraan listrik, sekaligus menggeser beberapa pemain lama.

Berikut daftar 10 merek mobil terlaris di Indonesia tahun 2025:

Retail 2025

1. Toyota 258.923 unit
2. Daihatsu 137.835 unit
3. Honda 71.233 unit
4. Mitsubishi 70.338 unit
5. Suzuki 64.838 unit
6. BYD 44.342 unit
7. Mitsubishi Fuso 25.613 unit
8. Isuzu 25.295 unit
9. Wuling 20.607 unit
10. Hino 20.517 unit.

Wholesales 2025

1. Toyota 250.431 unit
2. Daihatsu 130.677 unit
3. Mitsubishi 71.781 unit
4. Suzuki 66.345 unit
5. Honda 56.500 unit
6. BYD 46.711 unit
7. Mitsubishi Fuso 25.235 unit
8. Isuzu 25.121 unit
9. Chery 19.391 unit
10. Hyundai 19.007 unit. 

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|