Gunung Anak Krakatau menyemburkan material vulkanik ke udara setelah erupsi di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada tingkat siaga tertinggi kedua.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gunung selama ini menjadi simbol kekokohan dan keteguhan. Namun, Alquran menggambarkan bahwa gunung-gunung yang begitu besar dan kokoh sekalipun tidak akan berdaya ketika hari kiamat tiba.
Dalam Surah Al-Qari'ah, Allah SWT menggambarkan manusia yang kebingungan seperti laron yang beterbangan, sementara gunung-gunung hancur dan berhamburan seperti bulu yang diterbangkan angin.
Gambaran dahsyat tersebut semestinya menjadi pengingat bagi manusia untuk tidak terlena oleh kehidupan dunia dan senantiasa berbuat kebaikan serta mempersiapkan bekal menghadapi hari akhir nanti.
Allah SWT dalam Alquran menjelaskan sedikit gambaran tentang hari kiamat. Hari kiamat juga disebut Al-Qari'ah karena ia menggetarkan hati setiap orang akibat kedahsyatannya.
يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ
Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. (QS Al-Qari'ah: 4)
Mengutip Tafsir Kementerian Agama, maksud ayat tersebut adalah "Allah menggambarkan dahsyatnya hari kiamat melalui dua hal, yaitu keadaan manusia dan gunung-gunung. Pada hari kiamat itu manusia seperti laron yang beterbangan. Mereka berlarian tidak tentu arah, kacau balau, dan tidak lagi menghiraukan sekelilingnya."
Karena sangat sulit mengetahui hakikat Al-Qari'ah, maka dalam ayat ini Allah menjelaskan waktu kedatangannya.
Ketika itu, keadaan manusia bagaikan laron yang beterbangan di sekeliling lampu pada malam hari. Penyerupaan ini adalah untuk menggambarkan keadaan manusia yang kebingungan dan tidak menentu arah tujuannya.

3 hours ago
5















































