Sejumlah Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Daftarnya

8 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia meningkat sepanjang Agustus hingga awal September 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat lima gunung api berada pada Level III atau Siaga, sementara 22 gunung lainnya berstatus Level II atau Waspada.

Data status bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diperbarui pada awal September mencatat tidak ada gunung api berstatus Level IV atau Awas. Sebanyak 42 gunung api berada pada Level I atau Normal.

Lima gunung api yang berada pada Level III atau Siaga ialah Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Sinabung. Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat secara nyata berdasarkan pemantauan visual dan instrumental, atau gunung api tengah mengalami erupsi.

Sementara itu, 22 gunung api yang berada pada Level II atau Waspada dalam periode ini meliputi Awu, Banda Api, Bromo, Bur Ni Telong, Dempo, Dieng, Dukono, Gamalama, Ibu, Ile Werung, Ili Lewotolok, Iya, Karangetang, Kerinci, Lokon, Marapi, Raung, Rinjani, Sangeangapi, Slamet, Soputan, dan Talang. Daftar ini gambaran status Level II pada periode yang dirangkum, karena status gunung api dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil evaluasi PVMBG.

Sinabung

Perubahan paling menonjol pada akhir Agustus terjadi di Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Badan Geologi menaikkan status Sinabung dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga pada 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah gunung mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Erupsi terjadi sekitar pukul 10.17 WIB. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur hingga tenggara. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 120 milimeter dengan durasi lebih dari satu jam pada pengamatan awal.

BNPB mencatat erupsi tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat. Pada 1 September, sekitar 211 keluarga atau 615 jiwa dari Desa Kuta Tengah mengungsi ke posko penanganan darurat di Desa Sukatepu.Adapun sebanyak 405 jiwa di antaranya kini bertahan di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Pemerintah daerah juga mengarahkan masyarakat keluar dari zona bahaya dan membagikan masker kepada warga yang terdampak debu vulkanik.

Badan Geologi menyebut erupsi 31 Agustus sebagai erupsi awal dan tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan aktivitas. Karena itu, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, dalam radius tiga kilometer dari puncak, serta pada sektor tertentu hingga enam kilometer ke arah selatan-tenggara.

Anak Krakatau...

sumber : Antara/PVMBG/BNPB

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|