Taylor Swift Sindir Justin Baldoni di Chat Pribadi dengan Blake Lively

1 month ago 19

Harianjogja.com, JOGJA—Dokumen pengadilan yang dibuka ke publik mengungkap percakapan pribadi antara Taylor Swift dan Blake Lively yang menyinggung konflik di balik layar film It Ends with Us, termasuk sindiran keras terhadap sutradara Justin Baldoni.

Berdasarkan dokumen yang diungkap Variety, Selasa (20/1/2026), percakapan tersebut terjadi pada 2024 saat Swift dan Lively membahas pemberitaan New York Times terkait ketegangan antara Lively dan Baldoni selama proses produksi film.

Dalam percakapan itu, Taylor Swift menggunakan kata “bitch” untuk menyebut Justin Baldoni. Ia juga menyindir sikap Baldoni yang dinilai berlagak sebagai korban dengan idiom “tiny violin”, menulis, “Gue rasa bjingan ini tahu sesuatu akan terjadi karena dia sudah mengeluarkan biola kecilnya.”*

Sementara itu, Blake Lively lebih dulu melontarkan komentar pedas terhadap Baldoni dengan menyebutnya sebagai “sutradara gblok film gue” dan “badut” yang “mengira dirinya seorang penulis sekarang.” Pesan-pesan tersebut memperlihatkan keretakan kreatif yang mendalam antara keduanya sepanjang produksi It Ends with Us.

Konflik ini berakar dari ketidakcocokan visi kreatif. Lively menilai versi film yang dikembangkan Baldoni meminggirkan karakter perempuan dan bahkan “mengagungkan pelaku pelecehan.” Akibatnya, Lively memilih mengembangkan versi filmnya sendiri demi menjaga perspektif korban tetap menjadi pusat cerita.

Dalam pernyataan resmi di pengadilan, Blake Lively menegaskan penolakannya untuk tampil bersama Justin Baldoni dan produser Jamey Heath dalam rangka promosi film.

“Mereka menggambarkan diri mereka sebagai korban dan saya sebagai pelaku intimidasi. Saya tidak bersedia mendukung Baldoni atau Heath secara pribadi dengan tampil bersama atau mempromosikan film tersebut bersama mereka,” tegas Lively.

Terbukanya percakapan pribadi ini semakin menegaskan ketegangan internal produksi It Ends with Us, sekaligus memperlihatkan posisi tegas Blake Lively dalam menolak narasi yang dinilainya tidak menghormati pengalaman dan perspektif korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|