Terlibat Geng Motor, Tiga Siswa SMAN 1 Sindang Dikeluarkan dari Sekolah

1 week ago 20

Petugas kepolisian menangkap anggota geng motor (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Tiga siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sindang, Kabupaten Indramayu, resmi dikembalikan kepada orang tua masing-masing alias dikeluarkan dari sekolah. Hal itu setelah mereka terlibat dalam aksi geng motor yang meresahkan masyarakat.

Keputusan tegas itu diambil pihak sekolah sebagai bentuk penegakan pakta integritas 'Panca Waluya' yang telah disepakati bersama. Di mana dalam poin delapan disebutkan bahwa siswa SMAN 1 Sindang dilarang menggunakan narkoba, membawa senjata tajam ke sekolah, aktivitas merokok, melakukan tindakan asusila, melakukan seks bebas dan membawa alat kontrasepsi. Mereka juga dilarang terlibat dalam kegiatan geng motor.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sindang, Diana Susanti, didampingi Wakasek Humas, Nurhadi, menjelaskan, aturan dalam pakta integritas tersebut secara ketat melarang siswa terlibat dalam aktivitas geng motor. Untuk itu, sanksi tegas diberikan kepada siswa yang melanggarnya.

"Berdasarkan laporan kepolisian dan bukti perilaku tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan tiga siswa kepada orang tua mereka," ujar Diana, Selasa (9/6/2026).

Meski dikeluarkan, namun pihak sekolah memastikan hak pendidikan anak-anak tersebut tidak putus. Karenanya, SMAN 1 Sindang berkomitmen membantu proses mutasi mereka ke sekolah swasta, program Kejar Paket C, atau sekolah di luar Kabupaten Indramayu. Sementara itu, dua siswa lain yang juga dilaporkan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak sekolah.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|