The Miracle of Zakat dari Pusat Pemerintahan Hingga ke Rawa Buaya

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di sebuah sudut Jakarta Barat, tepatnya di Rumah Belajar Winsar, Rawa Buaya, Cengkareng, Dwi Handayatun tengah menyambut tamu istimewa. Bukan tamu biasa, melainkan bantuan yang telah lama dinanti. Delapan puluh paket beras kemasan 5 kilogram tersusun rapi, siap disalurkan kepada para penyandang disabilitas dan keluarga duafa yang selama ini ia dampingi.

"Saya sempat merasa berjuang sendirian selama bertahun-tahun mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini," ujar Dwi, yang juga adalah ibu dari dua anak disabilitas. "Sejak mengenal Baznas, saya merasa sangat dirangkul. Baznas benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami, bukan cuma formalitas."

Bantuan itu datang tepat waktu. Dua kali dalam sebulan terakhir, wilayah pemukiman padat ini dilanda banjir. Warga yang rata-rata bekerja sebagai pemulung dan buruh tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka. Untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi harus membeli beras pascabanjir.

Sementara itu, di tempat yang sangat berbeda, Istana Negara, Jakarta, sebuah momentum historis tengah terjadi. Pada Jumat, 13 Maret 2026, pelaksanaan Zakat Istana tahun ini mencatat rekor tertinggi sepanjang 11 kali penyelenggaraan: Rp4,3 miliar terhimpun dari 111 muzaki yang terdiri dari Presiden, Wakil Presiden, para menteri kabinet, hingga unsur TNI.

Dua pemandangan yang berbeda. Dua titik dalam satu garis lurus bernama zakat.

Keteladanan dari Puncak Kekuasaan

Angka Rp4,3 miliar bukan sekadar pencapaian administratif. Ia adalah cermin dari perjalanan kesadaran yang terus tumbuh. Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mencatat bahwa penghimpunan zakat dari jajaran pejabat negara terus mengalami peningkatan: dari Rp636 juta pada 2022, naik menjadi Rp753 juta pada 2023, kemudian Rp1 miliar pada 2024, melonjak menjadi Rp2 miliar pada 2025, dan akhirnya mencapai Rp4,3 miliar pada 2026.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, dan seluruh jajaran kabinet, yang telah membayar zakat melalui Baznas. Hal ini memberikan nilai yang sangat luar biasa bagi kami. Selain tentu saja menambah penerimaan zakat, yang lebih penting adalah dukungan moral," kata Sodik.

Ia menekankan bahwa keteladanan para pemimpin ini memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. "Keteladanan para pemimpin ini sangat efektif dalam menggerakkan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga yang terpercaya dan akuntabel. Bahkan pengaruhnya bisa lebih kuat dibandingkan dengan kampanye yang kami lakukan," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak sendirian. Sejumlah menteri kabinet juga turut menunaikan zakat melalui Baznas, antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, hingga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Turut hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Panglima TNI Agus Subianto.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|