Disparbud Garut: Tradisi Ngapungkeun Balon memiliki daya tarik wisata.
REPUBLIKA.CO.ID, GARUT, – Tradisi Ngapungkeun Balon di Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menarik perhatian. Setiap Lebaran, masyarakat setempat menerbangkan balon raksasa sebagai bagian dari atraksi wisata berbasis kearifan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menyatakan bahwa tradisi ini memiliki potensi kuat sebagai atraksi wisata lokal. "Kami memandang kegiatan ini sebagai potensi atraksi wisata berbasis kearifan lokal yang sangat menarik dan memiliki daya tarik kuat," ujarnya melalui telepon, Sabtu.
Masyarakat Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, setiap tahunnya menggelar tradisi menerbangkan balon di lapangan terbuka saat Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan dan kebersamaan, disambut antusias oleh warga setempat maupun pendatang.
"Ini merupakan wujud nyata kegembiraan dan kebersamaan warga pasca Idul Fitri. Kita melihat antusiasme yang luar biasa, ini adalah ekspresi budaya dan tradisi yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri," kata Beni.
Disparbud Garut terus berkomitmen untuk membina tradisi ini agar semakin menarik dan aman. "Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan agar kegiatan seperti ini bisa dikemas lebih baik, lebih aman, dan menjadi agenda wisata yang membanggakan Kabupaten Garut," tambahnya.
Balon yang diterbangkan terbuat dari kertas dengan ukuran bervariasi, dari diameter 20 meter hingga panjang 10 meter. Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1960-an dan masih dilestarikan hingga kini, dengan beberapa lokasi penerbangan balon di kampung tersebut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

13 hours ago
3















































