Travel Umrah dan Keuangan Syariah Bangun Konektivitas Layanan

28 minutes ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Kebutuhan masyarakat dalam menyiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah tidak lagi terbatas pada paket perjalanan, tetapi juga mencakup pelayanan, pendampingan, serta kesiapan finansial. Perkembangan tersebut membuat pelaku usaha perjalanan ibadah dan lembaga keuangan syariah mulai menjajaki keterhubungan layanan untuk memenuhi kebutuhan jamaah.

PT Jardy Travel Indonesia menjalin kerja sama dengan PT BPRS Harum Hikmahnugraha melalui nota kesepakatan yang ditandatangani pada akhir Agustus 2026 di Garut, Jawa Barat.

Direktur Utama PT Jardy Travel Indonesia Kuldip Singh mengatakan, kerja sama tersebut membahas pelayanan jamaah, pembekalan keberangkatan, serta peran layanan keuangan syariah dalam mendukung perjalanan ibadah.

“Kami ingin membangun ekosistem perjalanan ibadah yang lebih lengkap, terpercaya, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut,” ucap Kuldip.

Menurut Kuldip, kebutuhan jamaah berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap kepastian pelayanan selama perjalanan ibadah. Selain paket perjalanan, jamaah membutuhkan pendampingan, kesiapan finansial, serta kepastian layanan sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

Nota kesepakatan tersebut ditandatangani di tengah kegiatan manasik jamaah asal Garut. Pertemuan juga membahas upaya menyiapkan perjalanan ibadah secara lebih terencana dengan memperhatikan aspek pelayanan dan keuangan.

“Kami membangun kemitraan strategis, dan di sisi lain kami tetap berada langsung bersama jamaah yang akan menjalankan perjalanan ibadah,” kata dia.

Dari sisi industri, kualitas pelayanan, tata kelola, dan tingkat kepercayaan menjadi sejumlah faktor yang menentukan keberlanjutan bisnis perjalanan haji dan umrah. Kemampuan pelaku usaha membangun jaringan dengan pihak lain juga berkaitan dengan semakin beragamnya kebutuhan jamaah.

Direktur Utama PT BPRS Harum Hikmahnugraha Martono mengatakan, kerja sama tersebut menjadi salah satu cara memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah dalam perencanaan perjalanan ibadah.

“Kami melihat kolaborasi dengan Jardy Travel Indonesia sebagai peluang untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, aman, transparan, dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariah,” kata dia.

Menurut Martono, perjalanan ibadah membutuhkan perencanaan, termasuk dari sisi finansial. Keterhubungan antara lembaga keuangan dan pelaku usaha perjalanan dapat menjadi salah satu bagian dalam pengembangan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut.

Pertumbuhan ekonomi syariah juga tidak hanya bergantung pada perkembangan industri keuangan, tetapi pada keterhubungan antara lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, dan sektor pelayanan masyarakat.

Dengan kebutuhan jamaah yang semakin beragam, perkembangan industri perjalanan ibadah ke depan akan turut ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha menyediakan layanan yang transparan, terencana, dan sesuai kebutuhan jamaah. Keterlibatan lembaga keuangan syariah menjadi salah satu bentuk keterhubungan layanan yang dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan tersebut.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|