Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengumumkan calon Ketua Federal Reserve (The Fed) untuk menggantikan Jerome Powell pada Jumat (20/1/2026) waktu setempat. Pernyataan ini memperkuat spekulasi bahwa mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menjadi kandidat terkuat.
"Saya akan mengumumkan ketua Fed besok pagi," ujar Trump kepada Reuters di Kennedy Center, Kamis waktu setempat, dikutip Jumat (30/1/2026).
Trump menambahkan, sosok yang akan dipilihnya bukanlah figur yang mengejutkan pasar. Ia sudah dikenal luas.
"Ini seseorang yang sangat dihormati, dikenal luas oleh dunia keuangan, dan banyak orang berpikir dia seharusnya sudah berada di posisi itu beberapa tahun lalu," katanya.
Sementara itu, Bloomberg News melaporkan Gedung Putih tengah mempersiapkan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut. Warsh disebut telah bertemu langsung dengan Trump di Gedung Putih pada hari yang sama.
Salah satu sumber menyebutkan pertemuan tersebut berjalan positif. Warsh bahkan disebut membuat Trump terkesan. "Meskipun belum ada keputusan final sampai pengumuman resmi dilakukan," kata sumber tersebut.
Trump selama ini secara terbuka menginginkan The Fed memangkas suku bunga secara agresif. Tekanan politik terhadap Jerome Powell pun meningkat, meski masa jabatan Powell sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed masih berlangsung hingga 2028.
The Fed sendiri telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang 2025. Namun, pada pertemuan kebijakan terakhir, bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
Trump menilai suku bunga seharusnya dua hingga tiga poin persentase lebih rendah. Menurutnya, tingkat tersebut lebih sejalan dengan kondisi ekonomi yang melemah. Padahal, ekonomi AS justru tumbuh kuat, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 4,4% pada kuartal ketiga, berdasarkan data Departemen Perdagangan AS.
Pencarian pengganti Powell berlangsung berbulan-bulan dan diwarnai upaya Trump untuk memperluas pengaruh politik atas The Fed, yang independensinya selama ini dianggap krusial dalam menjaga stabilitas inflasi.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump bahkan sempat mencoba memecat seorang gubernur The Fed dan membuka penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed di Washington.
Empat Kandidat Kuat
Semua kandidat yang masuk radar Trump diketahui sepakat bahwa suku bunga perlu diturunkan. Ini menjadi sebuah kriteria utama yang ditekankan presiden.
Kevin Warsh kini melesat ke puncak daftar kandidat. Di pasar prediksi Polymarket dan Kalshi, peluang Warsh untuk menjadi Ketua The Fed diperkirakan lebih dari 80%. Warsh dikenal vokal mendorong reformasi bank sentral, termasuk neraca The Fed yang lebih kecil.
Selain Warsh, nama Rick Rieder, Kepala Investasi Global Fixed Income BlackRock, juga sempat menjadi favorit. Rieder belum pernah bekerja di pemerintahan maupun The Fed, sehingga dinilai membawa perspektif baru.
Gubernur The Fed Christopher Waller turut masuk bursa kandidat. Ia dikenal sebagai salah satu pembuat kebijakan pertama yang secara terbuka mengemukakan argumen ekonomi untuk penurunan suku bunga.
Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett sempat digadang-gadang sebagai kandidat kuat, namun peluangnya menurun setelah Trump menyatakan lebih memilih Hassett tetap di posisinya saat ini.
Pengumuman resmi Trump pada Jumat ini akan menjadi penentu arah kebijakan moneter AS ke depan. Sekaligus sinyal penting bagi pasar keuangan global.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
















































