Trump Berpeluang Bertemu Kim Jong Un pada November 2026

7 hours ago 5

Newswire

Newswire Rabu, 19 Agustus 2026 10:37 WIB

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang untuk kembali bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir 2026. Pertemuan tersebut disebut berpotensi berlangsung saat Trump melakukan kunjungan ke Asia pada November mendatang.

Rencana pertemuan Trump dan Kim Jong Un itu masih sebatas kemungkinan dan belum memiliki agenda resmi. Namun, pembicaraan internal di pemerintahan AS menunjukkan adanya ketertarikan Trump untuk kembali membuka komunikasi langsung dengan pemimpin Korea Utara tersebut.

Laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip Anadolu, Selasa (18/8/2026), menyebut Trump telah membahas secara pribadi kemungkinan bertemu Kim dalam rangkaian kunjungannya ke Asia.

Pertemuan tersebut berpotensi bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, China, pada November 2026.

Meski demikian, hingga kini belum ada perencanaan resmi mengenai pertemuan antara Trump dan Kim Jong Un.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan Kim berpeluang bertemu kembali pada waktu yang dianggap tepat. Sementara itu, perutusan Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum memberikan tanggapan mengenai kemungkinan pertemuan tersebut.

Trump Klaim Kim Merespons Ajakan Bertemu

Trump sebelumnya mengatakan Kim Jong Un telah merespons permintaannya untuk melakukan pertemuan. Pernyataan tersebut sekaligus membantah kabar yang menyebut Pyongyang belum memberikan tanggapan terhadap ajakan Trump.

“Kim Jong Un sangat menghargai saya dan, sebenarnya, kami sudah bertemu dalam berbagai kesempatan, tepatnya dalam dua kali pertemuan di mana kami berbincang dan menghabiskan waktu bersama. Saya memahaminya, dia pun mengerti saya,” kata Trump.

Hubungan Trump dan Kim memang memiliki sejarah pertemuan langsung. Pada periode pertama kepemimpinan Trump sebagai Presiden AS, keduanya tercatat menggelar tiga pertemuan untuk membahas hubungan AS-Korea Utara, termasuk persoalan program nuklir Pyongyang.

Kemungkinan pertemuan kembali antara kedua pemimpin tersebut muncul di tengah dinamika hubungan militer AS dan Korea Selatan.

Sehari sebelum pernyataan Trump mengenai respons Kim, Trump menginstruksikan Pentagon untuk mengurangi secara substansial keterlibatan personel AS dalam rencana latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.

Trump menyebut keputusan tersebut antara lain mempertimbangkan biaya serta hubungan dengan pemimpin Korea Utara.

Jika pertemuan Trump dan Kim benar-benar terealisasi, agenda tersebut berpotensi menjadi perkembangan penting dalam hubungan AS dan Korea Utara. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu, lokasi, maupun agenda pembicaraan kedua pemimpin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|