UEA Minta Currency Swap ke AS Imbas Konflik, Ini Respons Trump

4 hours ago 2

Uni Emirat Arab (UEA) tengah menjajaki kemungkinan dukungan finansial dari Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan ekonomi akibat konflik dengan Iran. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UEA) tengah menjajaki kemungkinan dukungan finansial dari Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan ekonomi akibat konflik dengan Iran. Laporan Wall Street Journal menyebutkan, Gubernur Bank Sentral UEA Khaled Mohamed Balama mengusulkan pembentukan jalur pertukaran mata uang (currency swap line) kepada pejabat Federal Reserve dan Departemen Keuangan AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, dalam pertemuan di Washington pekan lalu.

Menurut pejabat AS yang dikutip WSJ, Emirat sejauh ini berhasil menghindari dampak ekonomi terburuk dari perang, namun tetap menilai perlunya jaminan likuiditas dolar AS. Diskusi ini mencerminkan kekhawatiran UEA konflik dapat menggerus cadangan devisa, memicu pelarian modal, dan merusak posisinya sebagai pusat keuangan internasional.

Uni Emirat Arab sebenarnya tidak sepenuhnya bergantung pada AS. Sebelumnya, dilansir aNews, UEA telah membentuk jalur pertukaran sekitar 5 miliar dolar AS dengan Bahrain awal bulan ini untuk membantu meningkatkan stabilitas keuangan.

Perang telah menimbulkan kerusakan pada infrastruktur energi UEA dan memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, sehingga mengganggu aliran pendapatan dolar AS yang vital. Menteri Negara UEA untuk Kerja Sama Internasional, Reem Al Hashimy, mengatakan dalam wawancara dengan ABC, negaranya telah dihantam lebih dari 2.800 rudal dan drone sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi Washington sedang mempertimbangkan opsi bantuan keuangan, termasuk jalur pertukaran mata uang.

“Ya,” ujar Trump kepada CNBC, “mereka sekutu yang baik. Jika saya bisa membantu mereka, saya akan melakukannya.”

“Jika UEA memiliki masalah, walau saya sulit mempercayainya, tetapi jika mereka memiliki masalah, kami akan ada di sana untuk mereka,”

Dengan cadangan devisa sekitar 295 miliar dolar AS, UEA sebenarnya masih memiliki bantalan finansial yang kuat. Namun, langkah ini dinilai sebagai strategi antisipatif untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan stabilitas sistem keuangan domestik di tengah ketidakpastian geopolitik.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|