UGM dan DPKP Sepakat Melatih 585 Peternak Kambing dan Domba DIY

5 hours ago 4

UGM dan DPKP Sepakat Melatih 585 Peternak Kambing dan Domba DIY Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait penyelenggaraan bimbingan teknis (Bimtek) budi daya kambing dan domba bagi para peternak di DIY pada Senin (16/3/2026). - Istimewa // Fapet UGM

Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY resmi menyepakati kerja sama strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor peternakan.

Melalui program bimbingan teknis (Bimtek) yang dibagi dalam tujuh gelombang, sebanyak 585 peternak lokal akan mendapatkan pelatihan intensif guna memperkuat tata kelola budi daya kambing dan domba di wilayah DIY.

Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah konkret kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, menekankan bahwa pelibatan perguruan tinggi merupakan kunci utama dalam memodernisasi sektor peternakan agar lebih tertata dan kompetitif.

"Kami ingin berbenah dan menata dunia peternakan agar semakin baik. Beberapa tantangan seperti kasus kematian ratusan ayam akibat avian influenza [AI] menjadi pembelajaran penting bagi kita semua," kata Aris di Faperta UGM, Senin (16/3/2026). Ia menambahkan bahwa pihaknya juga merangkul DPRD melalui mekanisme pokok pikiran (Pokir) untuk memperkuat dukungan anggaran pada program pengembangan ini.

Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro, menjelaskan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah sebenarnya telah berakar kuat melalui berbagai program pengabdian dan riset. "Kerja sama antara Fapet UGM dengan Dinas Pertanian DIY sebenarnya sudah banyak dilakukan, baik dalam bentuk riset, pengabdian kepada masyarakat, maupun dukungan narasumber," tegasnya.

Dalam pelaksanaan Bimtek nanti, sebanyak 585 peserta akan dibagi ke dalam tujuh batch dengan komposisi sekitar 90 orang per gelombang. Agenda pelatihan dijadwalkan berlangsung maraton pada April hingga Mei 2026, di mana empat gelombang pertama akan dilaksanakan pada April, disusul tiga gelombang berikutnya pada bulan Mei.

Materi yang disiapkan tim ahli Fapet UGM mencakup spektrum luas dalam rantai bisnis peternakan, mulai dari aspek hulu hingga hilir. Para peternak akan dibekali wawasan mendalam mengenai manajemen reproduksi, pemuliaan, pemenuhan nutrisi, pengelolaan hijauan pakan, hingga strategi penanganan limbah ternak.

Selain aspek teknis, Bimtek ini juga menyentuh sisi sosial ekonomi untuk memastikan usaha ternak kambing dan domba di DIY memiliki nilai komersial yang berkelanjutan. Pemerintah berharap pelatihan ini mampu melahirkan agen perubahan di tingkat desa yang mampu mengantisipasi risiko penyakit ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga peternak secara kolektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|