Update Wabah Mematikan Guncang India, Pakistan-Vietnam Beri Respons

7 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakistan menjadi negara terbaru di Asia yang memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk negara menyusul konfirmasi dua kasus virus Nipah di India. Langkah ini menambah daftar negara Asia yang meningkatkan kewaspadaan terhadap virus mematikan tersebut.

Pihak berwenang Pakistan memerintahkan peningkatan pemeriksaan terhadap seluruh orang yang memasuki wilayahnya untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi virus Nipah. Sejumlah negara lain seperti Vietnam juga telah memperketat pemeriksaan di bandara dan perbatasan internasional.

"Sangat penting untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengawasan di perbatasan Pakistan," ujar Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan Pakistan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/1/2026).

Departemen tersebut menegaskan bahwa seluruh pelancong akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh serta penilaian klinis di seluruh titik masuk, termasuk bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat. Selain itu, pelancong diwajibkan memberikan riwayat perjalanan dan transit selama 21 hari terakhir guna memastikan apakah mereka pernah melewati wilayah terdampak Nipah atau area berisiko tinggi.

Sebagai catatan, tidak terdapat penerbangan langsung antara Pakistan dan India. Sementara mobilitas antarnegara juga sangat terbatas, terutama sejak konflik terburuk dalam beberapa dekade terakhir yang terjadi pada Mei tahun lalu.

Langkah serupa juga diambil Vietnam. Di Hanoi, Departemen Kesehatan ibu kota memerintahkan pemeriksaan ketat terhadap penumpang yang tiba di Bandara Internasional Noi Bai, khususnya mereka yang datang dari India dan negara bagian Benggala Barat, lokasi dua petugas kesehatan terkonfirmasi terinfeksi Nipah pada akhir Desember lalu.

"Langkah ini memungkinkan isolasi tepat waktu dan investigasi epidemiologis," kata Departemen Kesehatan Hanoi dalam pernyataannya. Penumpang akan diperiksa menggunakan pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi potensi kasus suspek.

Kebijakan ini melanjutkan langkah yang sebelumnya telah diterapkan otoritas Kota Ho Chi Minh, kota terbesar di Vietnam. Di mana otoritas menyatakan telah memperketat kontrol kesehatan di seluruh perbatasan internasional.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan India menyebut pihaknya telah mengidentifikasi dan melacak 196 orang yang melakukan kontak dengan dua pasien Nipah tersebut. Seluruhnya dilaporkan tidak menunjukkan gejala dan hasil tes dinyatakan negatif.

Virus Nipah merupakan infeksi virus langka yang umumnya menular dari hewan ke manusia, terutama dari kelelawar buah. Virus ini dapat menyebabkan demam hingga peradangan otak (ensefalitis) dan memiliki tingkat kematian tinggi, berkisar antara 40% hingga 75%, tergantung pada kemampuan sistem kesehatan setempat dalam mendeteksi dan menangani kasus, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hingga kini, belum tersedia vaksin untuk virus tersebut.

Nipah pertama kali diidentifikasi lebih dari 25 tahun lalu dalam wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Meski demikian, para ilmuwan meyakini virus ini telah beredar di populasi kelelawar buah selama ribuan tahun. WHO pun mengklasifikasikan Nipah sebagai patogen prioritas global.

India tercatat secara rutin melaporkan kasus Nipah secara sporadis, terutama di negara bagian Kerala di selatan, yang dianggap sebagai salah satu wilayah berisiko tinggi di dunia. Hingga Desember 2025, tercatat 750 kasus Nipah terkonfirmasi secara global dengan 415 kematian, menurut Koalisi untuk Inovasi Kesiapan Epidemi (CEPI), lembaga yang mendanai pengembangan dan uji coba vaksin Nipah.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|