REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Komisaris Cinta Quran Learning dan Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim menyampaikan bahwa menjadi pemimpin di tengah dunia yang terus berubah membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mencapai target dan mengelola organisasi. Pemimpin juga dituntut memiliki arah, nilai, serta tujuan yang kuat agar setiap keputusan yang diambil mampu memberikan dampak yang lebih luas.
Ustadz Fatih mengatakan, hal inilah yang menjadi perhatian dalam Spiritual Leadership Forum 2026 dengan tema “Leading with Excellence, Living with Purpose” yang diselenggarakan oleh Cinta Quran Learning dan Cinta Quran Foundation pada Rabu (26/8/2026) di Jakarta.
"Forum ini mempertemukan para CEO, direksi, profesional, dan entrepreneur dalam sebuah ruang berbagi dan berdiskusi mengenai tantangan kepemimpinan dari dua perspektif yang berbeda namun saling melengkapi," kata Ustadz Fatih melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Senin (31/8/2026)
Ustadz Fatih membawa peserta melihat sisi lain dari kepemimpinan melalui perspektif purpose, mengapa seseorang memilih untuk memimpin dan nilai apa yang seharusnya menjadi landasan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan perlu memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar pencapaian pribadi maupun organisasi. Bagi Ustadz Fatih, seorang pemimpin perlu memahami bahwa setiap amanah akan dipertanggungjawabkan, sehingga keberhasilan juga perlu dilihat dari nilai dan manfaat yang ditinggalkan.

2 weeks ago
42
















































