Virus Mematikan Guncang India, Bandara Asia Warning-Protokol Covid

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara-bandara di sejumlah negara Asia kembali memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang yang datang. Ini menyusul merebaknya wabah virus Nipah yang mematikan di India.

Langkah ini mengingatkan pada protokol ketat yang diterapkan saat pandemi Covid-19 beberapa tahun silam. Thailand, Nepal, dan Taiwan menjadi beberapa pihak yang meningkatkan kewaspadaan.

Perlu diketahui otoritas India mengonfirmasi lima kasus virus Nipah di negara bagian Benggala Barat dan mengkarantina 100 orang lebih, sejak pekan lalu. Sejumlah tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, dinyatakan positif usai dua kasus awal ditemukan pada seorang perawat pria dan wanita dari distrik yang sama.

Perlu diketahui, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang umumnya menular dari hewan terutama babi dan kelelawar ke manusia. Virus juga dapat menyebar antar manusia melalui kontak dekat.

Thailand

Pemerintah Thailand meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara utama khusus penumpang dari Benggala Barat. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode yang pernah diterapkan selama pandemi Covid-19.

Penumpang di Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket dipantau suhunya serta diperiksa gejala terkait Nipah. Otoritas bandara juga membagikan kartu kewaspadaan kesehatan berisi panduan bagi pelancong jika mengalami gejala sakit.

"Departemen Pengendalian Penyakit Thailand memeriksa para pelancong dari Benggala Barat, India di bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang mulai 25 Januari di tengah wabah virus Nipah," demikian pernyataan pemerintah Thailand, seperti dikutip The Independent, Rabu (28/1/2026).

"Petugas kesehatan menerapkan langkah-langkah ketat karena penumpang menunjukkan kerja sama yang sangat baik di pos pemeriksaan," tambah pernyataan tersebut.

Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan hingga kini belum ada kasus Nipah di dalam negeri, namun pengawasan akan tetap diperketat. Penumpang dengan demam tinggi atau gejala mencurigakan akan langsung dipindahkan ke fasilitas karantina.

Selain bandara, Departemen Taman Umum dan Satwa Liar Thailand juga memperketat pengawasan di kawasan gua dan objek wisata alam. Wisatawan diimbau mematuhi aturan ketat, termasuk larangan berburu dan mengonsumsi satwa liar.

Nepal dan Taiwan

Nepal turut meningkatkan pengawasan kesehatan di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, serta di perbatasan darat utama dengan India. Meja kesehatan didirikan untuk memeriksa gejala pelancong, sementara rumah sakit dan pos kesehatan perbatasan diminta segera melaporkan kasus yang dicurigai.

"Kami secara khusus telah meningkatkan pengawasan di titik-titik perbatasan di Provinsi Koshi. Pemeriksaan kesehatan juga diperintahkan di penyeberangan perbatasan lainnya," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Nepal, Dr. Prakash Budhathoki.

Sementara itu, Taiwan berencana memasukkan infeksi virus Nipah sebagai penyakit wajib lapor Kategori 5, klasifikasi tertinggi untuk penyakit menular baru yang serius. Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan, Lin Ming-cheng, mengatakan status peringatan perjalanan akan diperbarui sesuai perkembangan wabah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menetapkan virus Nipah sebagai patogen prioritas karena potensi memicu epidemi dan tingkat kematiannya yang tinggi, berkisar 40%-75% pada wabah-wabah sebelumnya. Gejala infeksi dapat berkisar dari demam dan sakit kepala hingga gangguan pernapasan berat dan ensefalitis fatal.

Hong Kong

Sementara itu para ahli di otonomi khusus China, Hong Kong meminta warga menghindari perjalanan ke Benggala Barat. Ini untuk menghindari dampak buruk ke pusat ekonomi Asia tersebut.

"Ada komunitas Bengali yang besar dan berkembang di Hong Kong. Mereka yang berencana melakukan perjalanan mungkin dapat menundanya sampai mereka melihat bagaimana situasinya," kata wakil presiden Asosiasi India Hong Kong, Vishal Melwani, kepada laman setempat SCMP.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|