Wafatnya Khamenei Buka Babak Baru Sejarah Iran

4 hours ago 2

Wafatnya Khamenei Buka Babak Baru Sejarah Iran Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi - pri.

Harianjogja.com, JAKARTA—Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dipastikan menjadi penanda dimulainya babak baru dalam sejarah Iran. Khamenei tercatat sebagai pemimpin dengan masa kekuasaan terlama di kawasan Timur Tengah, yakni sekitar 45 tahun.

Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini. Sebelumnya, ia pernah mengemban jabatan sebagai Presiden Iran pada periode 1981 hingga 1989.

Ancaman Balasan dari Iran

Menyusul wafatnya pemimpin tertinggi tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran menyatakan kesiapan untuk membalas kematian Khamenei.

Ulama Syiah terkemuka, Ayatollah Makarem Shirazi, bahkan menyebut situasi ini sebagai dasar dimulainya “perang suci” terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Gugur dalam Serangan AS–Israel

Pemerintah Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional setelah Khamenei dipastikan gugur dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi.

Kematian Khamenei disebut terjadi dalam rangkaian serangan besar AS–Israel yang menyasar sejumlah wilayah strategis Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.

Informasi Sempat Simpang Siur

Kabar wafatnya Khamenei sebelumnya sempat diwarnai informasi yang saling bertentangan. Sejumlah media Iran menyebut sang pemimpin tertinggi masih hidup dan tetap memegang kendali penuh atas komando perang, sementara media Barat melaporkan sebaliknya.

Kepastian mengenai kematian Khamenei menguat setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang disebutnya telah mendapat “lampu hijau”.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas,” tulis Trump melalui unggahan di media sosial.

Sebagai respons resmi, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama satu pekan. Keputusan ini sekaligus menegaskan posisi Khamenei sebagai figur sentral yang wafat di tengah eskalasi konflik paling serius Iran dalam beberapa dekade terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|