Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengikuti pendidikan dan latihan di Asrama Haji, Jakarta, Ahad (11/1/2026). Sebanyak 1.636 PPIH Arab Saudi 2026 mulai menjalani diklat selama 20 hari dengan dibekali berbagai keterampilan mulai dari keahlian administratif hingga bahasa arab guna mengoptimalkan layanan haji 2026.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan agar Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tidak memposisikan diri sebagai jamaah haji. Hal tersebut disampaikannya usai Pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) PPIH Arab Saudi.
"Mereka (petugas haji) di sana (Arab Saudi) fokusnya adalah pelayanan jamaah, pelayanan jamaah itu artinya mereka bukan memposisikan sebagai jamaah," kata Dahnil kepada Republika di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (11/1/2025)
Wamenhaj menegaskan, PPIH harus fokus melayani jamaah haji. Dia mengungkapkan, sudah ada materi fikih haji untuk para petugas agar mereka bisa tetap fokus melayani jamaah selama berada di Tanah Suci.
Dahnil mengatakan, selama ini poin positif dari petugas haji selalu diberikan kepada TNI dan Polri mengingat tingginya tingkat kedisiplinannya, dedikasinya, dan pelayanan kepada jamaahnya.
"Nah itulah kenapa sebagai bentuk apresiasi kami terhadap para prajurit TNI, Polri yang selama ini banyak membantu tuga-tugas perhajian, jadi kami menambah jumlah petugas dari TNI dan Polri,"ujar Dahnil.
Ia menambahkan, tahun ini ada 185 petugas haji dari unsur TNI dan Polri. Jumlah tersebut jauh bertambah dari tahun lalu yang cuma mencapai 80 petugas. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyerahkan pelatihan petugas haji ke tangan teman-teman TNI dan Polri."Karena kita ingin mengadaptasi kedisiplinan, kekompakan tim,"ujar Dahnil.

8 hours ago
2
















































