Waspada Modus Baru Penculikan Anak, Jangan Sampai Jadi Korban

14 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Anda perlu bersikap tenang dan panik jika mendapatkan telepon yang memberitahu anak Anda diculik atau kecelakaan. Karena bisa saja telepon itu adalah modus penipuan yang kini banyak terjadi.

Modus itu menggunakan kloning suara berbasis AI ini akan melakukan segala tipu daya dengan rekayasa sosial. Misalnya mengaku sebagai anak korban yang tengah diculik atau kecelakaan mobil.

Peneliti intelijen ancaman siber di perusahaan konsultan F-Secure, Megan Squire mengatakan cara penipuan dengan modus ini sangat mudah. Hanya membutuhkan 10 detik audio jelas untuk membuat kloning suara.

Biasanya audio aslinya akan didapatkan melalui penyisiran media sosial atau platform berbagi video seperti YouTube.

"Jika Anda diwawancarai media, jika memiliki akun media sosial yang cukup besar dan publik dengan video di dalamnya, alat tersebut bisa mengambil klip audio dan membuat klon suara untuk mengatakan hal yang berbeda," jelasnya dikutip dari PCMag, Selasa (2/6/2026).

Target penipuan juga lebih mudah didapatkan. Squire memastikan mereka tidak punya kemampuan seperti detektif.

Para penipu bisa langsung mengetahui siapa yang terhubung dengan akun tersebut. Misalkan mengetahui orang tua anak karena berkomentar di akun yang sama.

Terkadang alat AI juga tak perlu digunakan. Karena para penipu memiliki kemampuan akting untuk bisa memasukkan karakter lain dalam aksi yang mereka lakukan.

"Misalnya mereka membuat kasus saat anak mengalami kecelakaan mengerikan dan sekarang Anda perlu berbicara dengan petugas polisi atau pengacara. Mereka bisa sangat kreatif, mengingatkan saya pada akting atau improvisasi," ujar dia.

Biasanya penipuan ini akan membuat korban membayar sejumlah uang, misalnya dengan menggunakan mata uang kripto. Jumlah yang tertipu juga tak sedikit, F-Secure mencatat 56% responden mengalami penipuan online setiap bulan dan 52% adalah korban yang kehilangan uang dari aksi itu.

Penipuan akan memanfaatkan kepanikan orang yang dihubungi. Misalnya orang tua yang mengetahui anaknya diculik atau kecelakaan akan panik dan gagal menghubungi ponsel milik anak mereka.

Namun Squire menegaskan untuk tetap bersikap skeptis. Sebaiknya tetap tenang dan menindaklajuti telepon itu sampai menemukan kebenarannya.

"Aku tahu ini sulit karena kamu berpikir 'aku bukan ibu teladan. Jika mempertanyakan anakku dan ternyata mereka benar-benar sakit atau terluka, aku sangat buruk'. Kamu juga akan merasa buruk jika kehilangan US$30 ribu. Luangkan waktu, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan," kata Squire.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|