REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Orang Yahudi gemar mengadu domba. Mereka senang melihat bangsa Arab sibuk saling berperang hingga perekonomiannya bangkrut.
Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam buku Sirah Nabawiyah menuliskan orang Yahudi dikenal sebagai orang-orang yang suka menyebarluaskan isu dan kerusakan, angkuh, bersekongkol, memicu peperangan dan permusuhan di antara berbagai kabilah yang berdekatan dengan mereka.
Orang Yahudi suka mengadu domba berbagai kabilah Arab dengan cara-cara yang licik dan terselubung, tanpa disadari sedikit pun oleh kabilah-kabilah itu. Sehingga kabilah yang satu dengan yang lain terus-menerus dilanda peperangan.
Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri mengungkapkan, jika bara peperangan itu mulai padam, maka orang Yahudi meniup-niupnya lagi, lalu menonton peperangan yang berkecamuk di antara sesama bangsa Arab sambil duduk dengan tenang.
Karena orang-orang Yahudi itu menerapkan bunga yang tinggi atas pinjaman yang diberikan kepada para pemimpin Arab, maka orang-orang Arab tidak sanggup lagi melanjutkan peperangan karena kesulitan dana.
Dengan cara ini orang-orang Yahudi bisa meraup dua keuntungan sekaligus, yakni dapat menjaga eksistensi mereka dan menerapkan pasar riba untuk mengambil keuntungan banyak. Dengan begitu orang Yahudi bisa menumpuk kekayaan yang melimpah.
Orang Yahudi memang pintar mencari berbagi sumber penghidupan dan mata pencaharian. Perputaran bisnis biji-bijian, kurma, khamr (minuman keras), dan kain ada di tangan mereka.
Mereka mengimpor kain, biji-bijian, dan khamar, serta mengekspor kurma. Selain itu, masih banyak pekerjaan yang mereka tekuni.

7 hours ago
2















































