113 Ton Sampah Menumpuk di Bandung Raya, KDM: Setiap Libur Panjang Volume Bertambah

3 hours ago 4

Tumpukan sampah berserakan di pinggir Jalan Babakan Ciparay, dekat TPS Sukahaji, Kota Bandung, Selasa (21/4/2026). Menurut petugas, kondisi memprihatinkan itu salah satunya disebabkan pembatasan kuota angkutan ke TPA Sarimukti. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga dari luar wilayah yang ikut membuang sampah ke lokasi tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Tumpukan sampah menjadi persoalan di wilayah Bandung Raya dalam beberapa waktu terakhir. Tak hanya merusak estetika, namun kondisi itu juga menimbulkan gangguan lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun menargetkan persoalan itu dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari ke depan. Ia mengaku akan langsung turun ke lapangan untuk mengomandoi penanganan sampah di kawasan tersebut.

Menurutnya, saat ini masih terdapat sekitar 113 ton sampah yang menumpuk. Bahkan sebagian di antaranya diduga sudah tidak tertangani dalam waktu lama.

“Pagi hari ini saya akan berangkat ke Bandung untuk mengkomandoi seluruh wilayah Bandung Raya agar sampahnya selesai dalam waktu tiga hari ke depan sehingga tidak ada lagi sampah yang menahun,” ujar gubernur yang akrab disapa KDM, Kamis (28/5/2026).

Ia mengatakan, persoalan sampah di Bandung Raya kerap meningkat setiap libur panjang karena volume sampah bertambah. Sementara di sisi lain, proses pengangkutan tidak berjalan optimal.

“Setiap libur panjang pasti melahirkan tumpukan sampah yang mungkin tidak selesai ditangani pascalibur itu,” katanya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|