US Peti mati tentara AS yang tewas terbunuh dalam perang Iran saat tiba di Pangkalan Udara Dover di Dover, Delaware, AS, Rabu (22/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Tiga laporan analisis yang diterbitkan oleh majalah Foreign Policy, Newsweek, dan Foreign Affairs mengungkap kompleksitas konfrontasi yang kian meningkat antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketiga laporan tersebut menyoroti berbagai pertanyaan militer, politik, dan strategis mengenai masa depan konflik serta batas kemampuan Washington dalam menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Salah satu laporan membahas kemungkinan meluasnya konflik menjadi operasi darat di wilayah Iran.
Laporan lainnya mengulas opsi-opsi yang dimiliki Amerika Serikat dalam menghadapi krisis di Selat Hormuz.
Sementara itu, laporan ketiga menempatkan perang tersebut dalam konteks yang lebih luas sebagai indikasi perubahan keseimbangan kekuatan dalam sistem internasional.
Majalah Foreign Policy menilai bahwa gagasan melancarkan invasi besar-besaran Amerika Serikat ke Iran tampaknya tidak realistis dalam kondisi saat ini. Alasannya adalah besarnya tantangan militer dan geografis yang harus dihadapi Washington.
Iran merupakan negara dengan wilayah yang sangat luas serta memiliki kemampuan militer dan sumber daya manusia yang memungkinkan mereka mempertahankan perlawanan dalam waktu lama.
Selain itu, karakteristik medan dan rumitnya jalur logistik menjadikan operasi darat berskala besar jauh lebih sulit dibandingkan pengalaman militer Amerika sebelumnya, seperti invasi ke Irak pada 2003.

1 day ago
9
















































