REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Asian Development Bank (ADB) telah menetapkan komitmen pembiayaan sebesar 2,55 miliar dolar AS (sekitar Rp42,96 triliun) untuk berbagai program pembangunan di Indonesia hingga tahun 2025. Bobur Alimov, Country Director ADB untuk Indonesia, mengungkapkan pada Rabu bahwa pihaknya berkomitmen 2,4 miliar dolar AS dalam bentuk pinjaman kedaulatan untuk Indonesia pada tahun lalu.
Alimov menjelaskan bahwa pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung reformasi kebijakan, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta meningkatkan produktivitas melalui program pengembangan sumber daya manusia, termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan. Selain itu, pembiayaan ini juga bertujuan mempercepat transisi energi berkelanjutan.
"Kami selaras dengan visi pemerintah – melampaui pembiayaan untuk memberikan pengetahuan, saran kebijakan, dan kemitraan yang berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045," ujar Alimov.
ADB juga telah menyediakan komitmen pembiayaan non-kedaulatan sebesar 150 juta dolar AS untuk pengembangan sektor swasta. Untuk tahun ini, Alimov mengungkapkan bahwa alokasi pendanaan ADB untuk Indonesia mencapai 2,7 miliar dolar AS.
Fokus pada Sektor Keuangan dan Lingkungan
Pembiayaan ini ditujukan untuk mempercepat pendalaman sektor keuangan serta reformasi kebijakan terkait tata kelola daerah, keamanan air, transisi energi berkelanjutan, dan konservasi ekosistem laut. Alimov menegaskan bahwa ADB akan tetap berkomitmen mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai target pembangunan nasional dan melanjutkan kemitraan yang telah terjalin sejak 1966 di sektor infrastruktur, pertanian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri ADB dan menjadi pemegang saham terbesar keenam di bank pembangunan multilateral ini. Kemitraan ini terus berkembang, dengan fokus pada pembangunan sektor pertanian di tahun 1970-an, pembangunan infrastruktur transportasi dan energi di tahun 1980-an, hingga reformasi struktural pada tahun 1990-an.
Saat ini, ADB berfokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya saing sumber daya manusia di Indonesia, sejalan dengan prioritas Asta Cita pemerintah dan Strategi Kemitraan Negara ADB untuk Indonesia 2025–2029.
Untuk merealisasikan komitmen ini, Bobur Alimov menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya menawarkan bantuan finansial tetapi juga keahlian praktis, dukungan kebijakan, dan solusi jangka panjang untuk membantu Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. "Sejarah panjang kami di sini mencerminkan pemahaman lokal yang mendalam dan komitmen bersama untuk kemajuan negara," tambahnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
4

















































