Akses Kerja Penyandang Disabilitas Masih Terbatas, PNM Gelar Pelatihan Vokasi di Brebes

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Keterbatasan akses pelatihan dan kesempatan kerja masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Padahal, kelompok ini memiliki potensi yang sama untuk berkembang dan berkontribusi apabila memperoleh keterampilan serta akses yang memadai ke dunia kerja.

Untuk mendukung upaya tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Mandiri Taspen menggelar Program Vokasi Disabilitas di Gedung Islamic Center Brebes, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pemberdayaan ekonomi perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang selama ini masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pekerjaan.

"Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kami percaya pemberdayaan inklusif akan menciptakan manfaat lebih luas bagi masyarakat," ujar Kindaris.

Sebanyak 30 peserta dari komunitas penyandang disabilitas di Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema operator jahit sepatu yang difasilitasi Ruang Amal Indonesia. Selama lima hari, peserta memperoleh pembekalan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Usai menyelesaikan pelatihan, peserta juga berkesempatan mengikuti proses penempatan kerja pada perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes.

Menurut Kindaris, program tersebut menjadi bagian dari perluasan upaya pemberdayaan yang selama ini dijalankan PNM. Jika sebelumnya perusahaan lebih banyak mendampingi perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro, kini akses peningkatan kapasitas juga diperluas bagi penyandang disabilitas.

"Jika selama ini PNM dikenal melalui berbagai program pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha ultra mikro, kali ini upaya itu diperluas dengan memberikan akses peningkatan kapasitas bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh mandiri," katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara PNM dan Mandiri Taspen diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi kelompok rentan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Salah seorang peserta pelatihan, Budi, mengaku program tersebut memberinya harapan baru untuk memasuki dunia kerja.

"Selama ini kami sering merasa kesempatan kerja itu terbatas. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan ilmu baru sekaligus kepercayaan diri bahwa kami juga mampu bekerja dan berkarya. Semoga setelah pelatihan ini kami bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu keluarga," ujar Budi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|