Aksi Demo Menjalar, Mendag Imbau Masyarakat tak Perlu Panic Buying

8 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta masyarakat tidak perlu sampai melakukan panic buying atau membeli barang dalam jumlah berlebihan dalam merespons situasi terkini. Hal itu karena sempat terjadi demonstrasi hingga pembakaran beberapa tempat dan fasilitas di sejumlah kota.

Budi memastikan barang kebutuhan pokok di ritel modern maupun pasar tradisional masih tersedia. Semua kebutuhan dapat tercukupi, sehingga konsumen bisa berbelanja seperti biasa.

"Kami sampaikan ke masyarakat, tidak perlu panic buying. Semua produk, semua kebutuhan, baik di ritel maupun di pasar rakyat itu aman. Stok aman semua," kata Mendag saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

Ia mengetahui dinamika di lapangan. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebut Budi, berkoordinasi dengan pihak produsen. Salah satunya yakni Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Demikian juga dengan pusat perbelanjaan. Menurut Mendag, sejauh ini ia belum mendengar keluhan pengusaha. Meski demikian, untuk mengantisipasi berbagai dinamika, proses komunikasi senantiasa berjalan.

"Pokoknya siap terus berkoordinasi, siap mengerjakan bareng-bareng," ujar Budi.

Demonstrasi berlangsung selama beberapa hari terakhir. Massa aksi menuntut perbaikan kinerja para pemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif. Isu semakin memanas ketika ada korban jiwa.

Seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan meninggal dunia. Affan menghembuskan napas terakhir setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/8/2025) malam WIB.

Peristiwa itu terjadi saat aparat membubarkan massa demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), nyawanya tak tertolong. Kejadian tragis ini memicu gelombang duka dan solidaritas, mulai dari aksi seribu lilin di Purwokerto hingga doa bersama komunitas ojol di berbagai daerah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan proses hukum akan dijalankan. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan belasungkawa, sementara perusahaan aplikasi transportasi seperti Gojek dan Grab berjanji memberi dukungan kepada keluarga korban.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|