Aktor Mark Ruffalo memakai pin merah yang melambangkan dukungannya untuk gencatan senjata di Palestna. Selain Mark Ruffalo, sejumlah artis lain juga menyuarakan hal serupa yakni Billie Eilish dan Ramy Yousef.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON- Aktor Amerika Serikat Mark Ruffalo melancarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan menyebutnya sebagai “pembunuh yang gila” setelah Netanyahu menyambut baik pencopotan Jaksa Penuntut Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Karim Khan.
Melalui unggahannya di platform X pada Senin (27/7/2026), Ruffalo (59 tahun) menegaskan bahwa pencopotan Karim Khan tidak akan menghapus dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
“Anda tidak akan lolos dari keadilan, dan Anda tidak akan mampu mengubah sejarah. Anda adalah pembunuh yang gila, Benjamin Netanyahu, dan begitulah sejarah akan selalu mengingat Anda,” tulis Ruffalo yang dikenal melalui peran utamanya dalam film "Hulk."
Karim Khan dicopot dari jabatannya
Pada Jumat lalu, Majelis Negara-Negara Pihak Mahkamah Pidana Internasional memutuskan memberhentikan Karim Khan dari jabatannya sebagai jaksa penuntut ICC.
Keputusan tersebut diambil di tengah penyelidikan terhadap Khan terkait tuduhan pelecehan seksual.
Menurut sumber-sumber diplomatik yang berbicara kepada Anadolu Agency tanpa menyebut identitas mereka, pemungutan suara rahasia dilakukan dalam sidang khusus yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York untuk membahas usulan pencopotan Khan.
Dalam pemungutan suara tersebut, 82 dari 125 negara anggota ICC mendukung pemberhentian Karim Khan. Sebanyak 13 negara menolak, sementara 15 negara memilih abstain.

3 hours ago
3












































