Jakarta, CNBC Indonesia - Raja chip Amerika Serikat (AS), Nvidia, dituduh membantu model AI asal China DeepSeek untuk memperkuat militer Beijing. Hal tersebut diungkap Kepala Komite DPR AS dalam sebuah surat yang dilihat Reuters.
DeepSeek sempat menghebohkan industri teknologi pada awal 2025 lalu, lantaran memperkenalkan model R1 yang digadang-gadang mampu menyaingi model-model AI buatan AS dengan biaya lebih murah.
Kemunculan DeepSeek memicu kekhawatiran Washington bahwa Beijing bisa mengejar ketinggalan dengan teknologi AS, meskipun AS sudah berkali-kali melancarkan pemblokiran akses chip canggih ke China.
Dalam sebuah surat yang ditujukan ke Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Rep, John Moolenaar dari Republik yang mengepalai Komite DPR urusan China, mengatakan dokumen yang diperoleh komite dari Nvidia menunjukkan pencapaian model AI China terjadi setelah mendapatkan bantuan teknis yang signifikan dari Nvidia.
"Menurut rekam jejak Nvidia, personil pengembangan teknologi Nvidia membantu DeepSeek mencapai peningkatan efisiensi pelatihan yang signifikan melalui 'desain bersama algoritma, kerangka kerja, dan hardware yang dioptimalkan,' dengan laporan internal yang membanggakan bahwa 'DeepSeek-V3 hanya membutuhkan 2,788 juta jam GPU H800 untuk pelatihan penuhnya', Jumlah itu kurang dari yang biasanya dibutuhkan pengembang AS untuk model skala terdepan," tulis Moolenaar dalam surat tersebut, dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).
Jam GPU adalah jumlah jam yang dibutuhkan chip AI untuk melatih model AI. Sementara itu, model skala terdepan merujuk pada model-model terkemuka yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan AS seperti OpenAI, Anthropic, atau Google milik Alphabet.
Dokumen yang diungkap Moolenaar merujuk pada aktivitas Nvidia pada 2024. Pada saat itu, Nvidia menyediakan bantuan untuk DeepSeek, menurut tulisan Moolenaar. Namun, belum ada indikasi publik yang menyebutkan teknologi DeepSeek digunakan militer China.
Selama ini, pemblokiran bertubi-tubi yang dialamatkan AS untuk China didasarkan pada kekhawatiran bahwa Beijing akan memanfaatkan pengembangan AI untuk memperkuat armada militernya.
"Nvidia memperlakukan DeepSeek seperti mitra komersil yang legit dan layak mendapatkan dukungan teknis standar," tulis Moolenaar.
Chip H800 Nvidia adalah salah satu prosesor yang dibuat khusus untuk pasar China, sebelum akhirnya dilarang melalui kebijakan pembatasan ekspor pada 2023 silam. Pada tahun lalu, pejabat AS mengungkapkan keyakinan bahwa DeepSeek dikembangkan untuk memperkuat militer China.
"China memiliki lebih dari cukup chip domestik untuk semua aplikasi militernya, bahkan jutaan chip pun berlebih. [Teori] ini sama seperti tidak masuk akal jika militer AS menggunakan teknologi China, tidak masuk akal juga jika militer China bergantung pada teknologi AS," kata Nvidia dalam sebuah pernyataan.
Dalam sebuah pernyataan, Liu Pengyu, juru bicara Kedutaan Besar China di AS, mengatakan: "China selama ini menentang upaya untuk memperluas konsep keamanan nasional atau mempolitisasi isu perdagangan dan teknologi. Kami berharap AS dapat mengambil tindakan konkret untuk menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global."
Kementerian Perdagangan AS tidak segera merespons permintaan komentar. DeepSeek tidak merespons permintaan komentar di luar jam kerja di China.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
















































