Presiden AS Donald Trump saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Dalam ulasan kritis yang tajam mengenai dampak perang AS-Israel terhadap Iran, Timothy O’Brien, Kepala Editor Eksekutif Divisi Opini dan Analisis di kantor berita Bloomberg AS, menggambarkan dalam artikel analisisnya gambaran suram mengenai gaya kepemimpinan yang dianut oleh Presiden AS Donald Trump.
Dia menilai perang melawan Iran bukan sekadar petualangan militer yang mahal, melainkan ujian yang gagal bagi kepemimpinan politik dan strategis, dengan konsekuensi yang mungkin berlanjut selama bertahun-tahun.
Tindakan gegabah
Menurut analisisnya, perang yang meletus pada 28 Februari lalu telah menghabiskan puluhan miliar dolar dari uang pembayar pajak Amerika, dengan perkiraan biaya total mencapai setidaknya 100 miliar dolar, belum lagi korban jiwa yang mencakup tentara Amerika dan ribuan warga Iran.
Namun, kerugian tersebut tidak hanya terbatas pada kerugian materiil, melainkan juga mencakup nyawa tentara Amerika dan ribuan warga Iran, serta mengancam mata pencaharian 22 juta orang di kawasan Timur Tengah dan memicu lonjakan inflasi global akibat melonjaknya harga energi.
Menghapus peradaban
O'Brien mengkritik dengan keras pernyataan Trump yang mendahului pengumuman gencatan senjata sementara.
Dia mencatat, ancaman Trump untuk menghapus seluruh peradaban dan mengembalikan Iran ke zaman batu, hanyalah upaya tipuan yang terungkap dengan cerdik oleh Teheran.
Menurut penulis, tindakan Trump yang berbahaya dan gegabah di Iran hanyalah kamuflase belaka, namun para negosiator berpengalaman menyadari bahwa ancaman yang tidak dapat direalisasikan akan berbalik menimpa pelakunya ketika keseriusannya diuji.

10 hours ago
1














































