Angin Kencang Buat Nelayan Kecil di Indramayu Menjerit, Bergantung pada Utang

1 month ago 16

Sejumlah nelayan menarik perahu yang terhalang tumpukan sampah di pantai Junti, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Senin (4/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Angin kencang melanda perairan Indramayu sejak sepekan terakhir ini. Kondisi itu membuat nelayan kecil di Kabupaten Indramayu tak bisa melaut hingga berdampak pada kesulitan ekonomi mereka sehari-hari.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Dedi Aryanto, menjelaskan, saat ini kecepatan angin di perairan Indramayu mencapai 20–30 knot. Padahal, batas kecepatan angin yang aman bagi perahu kecil nelayan hanya di kisaran 10–15 knot.

“Anginnya kencang sekali. Kecepatannya dua kali lipat dari kondisi normal,” ujar Dedi kepada Republika, Rabu (14/1/2026).

Dedi mengatakan, dengan kondisi angin seperti itu, hampir seluruh nelayan kecil di Kabupaten Indramayu saat ini menepi dan tidak melaut. Ia menyebutkan, jumlah nelayan kecil di Kabupaten Indramayu ada sekitar 29 ribu–30 ribu orang.

Dedi mengatakan, angin kencang di perairan saat ini bisa mengancam keselamatan nelayan kecil saat melaut. Jikapun ada nelayan kecil yang memaksakan diri untuk melaut, ia berharap agar mereka tdiak melaut dulu demi keamanan.

Dedi mengakui, dengan tidak melaut untuk mencari ikan, para nelayan kecil akhirnya mengalami kesulitan ekonomi. Untuk biaya hidup sehari-hari, sejumlah nelayan ada yang menggunakan tabungan mereka. "Tapi banyak juga yang berhutang ke koperasi atau juragan pemilik kapal,” terang Dedi.

Dedi menambahkan, sambil menunggu cuaca membaik, para nelayan kecil saat ini kebanyakan hanya beraktifitas memperbaiki alat tangkap jaring maupun perahu. Dengan demikian, saat cuaca membaik, mereka bisa langsung melaut dengan peralatan dan perlengkapan yang laik melaut.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|