Lahan padi mulai mengering akibat kekurangan air di wilayah Aceh Besar, Kamis (23/7/2026). Kekeringan berkepanjangan menyebabkan kerugian bagi para petani di wilayah tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan lebih dari 100 ribu unit pompa untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan air irigasi selama periode kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Menurut Amran, pemerintah telah mengantisipasi musim kemarau melalui program pompanisasi yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Upaya itu diperkuat dengan pembangunan embung, rehabilitasi irigasi, hingga peresmian bendungan baru untuk mendukung kebutuhan air di lahan pertanian.
"Setiap Agustus kan kemarau. Agustus, September, Oktober. November hujan. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada 100 ribu lebih," kata Mentan kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Amran menambahkan, Kementerian Pertanian juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air. Menurut dia, program irigasi, embung, pompanisasi, hingga pembangunan waduk dan bendungan telah berjalan selama dua tahun terakhir.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Kementerian Pertanian (Kementan) Hermanto mengatakan koordinasi dengan Kementerian PU telah dilakukan sejak awal menghadapi musim kemarau. Kementan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) juga turun langsung ke daerah yang mengalami kekeringan ekstrem untuk mempercepat penanganan.

2 hours ago
3














































