Apa Dampak Mega Skandal Epstein Terhadap Negara-Negara di Timur Tengah?

1 month ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA—Di tengah peristiwa-peristiwa penting di tingkat global, termasuk ancaman pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran, dunia dikejutkan oleh bocoran informasi dari Departemen Kehakiman AS mengenai skandal yang dikelola dan dirancang oleh Jeffrey Epstein.

Skandal yang menurut surat kabar New York Times pada 3 Februari 2026 itu, berhasil mengumpulkan elite Washington (para pembuat keputusan politik), Wall Street dan Hollywood, serta elite global, dan mempekerjakan mereka.

Perhatian yang diterima skandal Epstein, setelah bocoran terbaru, menunjukkan sifat globalnya, dan pergeseran yang terjadi dalam dunia bisnis dan hubungan masyarakat. Kita dapat merangkum "Epstein Gate", atau skandal Epstein, dalam empat episode:

Episode pertama, yang berpusat pada hubungan masyarakat dan mediasi, yang dilakukan Epstein, dengan imbalan, kesepakatan bisnis, preferensi, dan fasilitas

Babak kedua terjadi di Pulau Little James, atau "Pulau Setan", tempat Epstein menjamu "sekte yang dimuliakan" dan "elite terpilih" untuk pesta-pesta liar, dengan hidangan favorit berupa gadis-gadis di bawah umur, disertai berbagai bentuk kemesraan

Dan episode ketiga, yaitu komunikasi dengan penanganan, yaitu apa yang terjadi di pulau itu terjadi secara terbuka, dengan merekam para pengunjungnya.

Data tersebut diserahkan kepada lembaga resmi negara-negara yang terkait dengan Epstein, dan beberapa penulis tidak menyembunyikan bahwa materi yang diperoleh Epstein berakhir di Mossad.

Sedangkan lingkaran keempat adalah pembentukan ideologi, yaitu bahwa pengunjung pulau Little James menganggap diri mereka sebagai penanggung jawab bumi, bahwa mereka adalah spesies manusia superior, dan bahwa dengan teknologi dan jaringan mereka dapat memecahkan masalah dunia, termasuk masalah Timur Tengah yang rumit.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|