Jumali Jum'at, 14 Agustus 2026 23:37 WIB

Logo Apple - ist/apple inc
Harianjogja.com, JOGJA— Apple disebut tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat posisinya di pasar China. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu dilaporkan melatih model kecerdasan buatan (AI) sendiri yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan regulasi di Negeri Tirai Bambu.
Laporan Reuters yang terbit pada Jumat (14/8/2026) menyebutkan Apple bekerja sama dengan Alibaba dalam pengembangan model bahasa besar (large language model atau LLM) yang akan menjadi fondasi layanan Apple Intelligence di China.
Langkah ini menjadi perubahan strategi yang cukup signifikan. Selama ini Apple lebih banyak mengandalkan teknologi dari mitra lokal untuk menghadirkan fitur AI generatif pada perangkat yang dipasarkan di China.
Keputusan tersebut dinilai penting karena layanan AI populer dari Amerika Serikat, seperti ChatGPT milik OpenAI maupun Claude dari Anthropic, tidak dapat beroperasi secara bebas di China akibat aturan pemerintah setempat.
Pertama Kalinya Apple Latih Model Sendiri untuk China
Menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, ini merupakan kali pertama Apple mengembangkan dan melatih model AI secara khusus untuk pasar China.
Jika berhasil memperoleh seluruh persetujuan regulator, Apple berpotensi menjadi perusahaan asing pertama yang menawarkan model AI eksklusif di China.
Strategi ini juga menunjukkan upaya Apple untuk mempertahankan daya saing di salah satu pasar terbesarnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Apple menghadapi tekanan dari produsen lokal seperti Huawei yang agresif menghadirkan perangkat dengan fitur AI terintegrasi.
Dengan mengembangkan model sendiri, Apple diharapkan memiliki kontrol lebih besar terhadap pengalaman pengguna Apple Intelligence di China.
Qwen Alibaba Akan Menjadi Fondasi Apple Intelligence
Dalam kerja sama tersebut, model AI Qwen milik Alibaba disebut akan diintegrasikan ke dalam Apple Intelligence untuk perangkat yang kompatibel, termasuk iPhone, iPad, Mac, dan Vision Pro yang dipasarkan di China.
Selain Alibaba, teknologi dari Baidu juga disebut akan terlibat dalam ekosistem AI Apple untuk pasar tersebut.
Kolaborasi Apple dan Alibaba sebenarnya bukan kabar baru. Kemitraan kedua perusahaan telah dikonfirmasi sejak Februari 2025 oleh Chairman Alibaba Joe Tsai dalam ajang World Government Summit di Dubai.
Saat itu, Tsai mengungkapkan bahwa Apple telah berdiskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi China sebelum akhirnya memilih Alibaba sebagai mitra utama untuk mendukung fitur AI pada perangkatnya.
Menunggu Lampu Hijau Regulator China
Perjalanan menuju peluncuran Apple Intelligence di China tidak berlangsung singkat.
Pada Juli 2026, Administrasi Ruang Siber China (CAC) tercatat telah mendaftarkan layanan AI generatif Apple. Langkah tersebut menjadi syarat penting agar layanan berbasis AI dapat beroperasi secara legal di negara tersebut.
Persetujuan itu membuka peluang bagi Apple untuk menghadirkan Apple Intelligence kepada pengguna China untuk pertama kalinya.
Sumber Reuters menyebutkan layanan tersebut diperkirakan mulai tersedia dalam beberapa bulan mendatang melalui pembaruan sistem operasi pada perangkat Apple.
Siri dan Qwen Sempat Muncul di Dokumentasi Apple
Petunjuk mengenai integrasi teknologi AI Alibaba sebenarnya sempat muncul secara tidak sengaja.
Beberapa waktu lalu, Apple diketahui mempublikasikan panduan berbahasa Mandarin yang menjelaskan cara menghubungkan model Qwen ke Siri dan fitur Writing Tools pada perangkat Mac.
Namun, dokumentasi tersebut kemudian dihapus tanpa penjelasan resmi dari perusahaan.
Langkah itu memicu spekulasi bahwa Apple tengah mempersiapkan peluncuran Apple Intelligence untuk pasar China, tetapi masih menunggu proses finalisasi regulasi dan integrasi teknologi.
China Tetap Jadi Pasar Krusial bagi Apple
China merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar Apple di luar Amerika Serikat. Karena itu, kehadiran fitur AI dianggap penting untuk mempertahankan minat konsumen yang semakin tertarik pada perangkat dengan kemampuan kecerdasan buatan.
Ketidakhadiran Apple Intelligence selama ini disebut menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian konsumen beralih ke merek lokal yang lebih cepat menghadirkan fitur AI generatif.
Respons pasar terhadap kabar kerja sama tersebut juga cukup positif. Saham Alibaba yang diperdagangkan di Amerika Serikat sempat menguat sekitar 4 persen setelah muncul laporan mengenai kemajuan proses perizinan layanan AI Apple di China.
Meski demikian, masih belum diketahui secara pasti bagaimana model AI yang dilatih Apple akan bekerja berdampingan dengan teknologi dari Alibaba maupun perusahaan China lainnya. Hingga kini, baik Apple maupun Alibaba belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































